Awalnya memang tak pernah diurus. Buat blog beberapa kali isinya cuma tulisan-tulisan nyeleneh pelepas pikiran. Satu postingan, dua postingan lalu hilang ditelan Tarkan. Termasuk blog ini juga. Sebetulnya cuma di sini saya merasa bebas. Apa yang ditulis adalah apa yang belum sempat diekspresikan di dunia nyata. Maklum karena tidak semua bisa terima.
Tadinya mau bikin lagi, tapi nanti kebanyakan media sosial pasti nyampah, dan di internet ga ada tempat pembuangan akhir. Jadi saya lanjutkan dari sisa sisa peradaban blog di masa lalu. Sampai sekarang, ya beginilah tulisan-tulisan pribadi. Tak berharap banyak komen, asalkan di sini saya bisa jadi diri sendiri yang bebas. Jadi, kami dan segenap jajaran redaksi memohon maaf kalau seandainya suatu hari nanti blog ini dikunjungi, tapi anda tidak mendapat pengetahuan apa-apa, Maafkan redaksi.
Ya sudah sekian saja. Saya mau menggarap draft Bab II PraTA yang menjemukan sambil buka primbon karena mata kiri berkedat-kedut tiap ada kamu.
Showing posts with label sejarahnya. Show all posts
Showing posts with label sejarahnya. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)
Harga dari Rasa Syukur
Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...
-
Whatsapp is to real community as gran turismo is to real driving a car: a cheap, digital knockoff for those who can’t do better in real lif...
-
Harusnya kegelisahan ini dikeluarkan oleh seseorang pakar desain komunikasi visual yang puluhan tahun menekuni bidang tersebut terutama ya...