26.2.18

Teori Fisika Modern Film Interstellar




Tadi kebetulan membahas film ama temen ane dan kata temen ane salah satu film baru yg paling membingungkan adalah film Interstellar, well ane rasa film Interstellar memang agak membingungkan bagi orang umum yg tidak terlalu mengerti sains teoritis modern, tapi sebenarnya penjelasan itu film simple karena film Interstellar pada intinya membahas dilasi waktu (alias membengkoknya waktu) dan wormhole (yaitu jalan tembus antar dimensi karena membengkoknya ruang)

***

mungkin bagi kita teori dilasi waktu (time dilation) dan wormhole alias membengkoknya ruang dan waktu adalah sekedar teori di film Interstellar tapi sebenarnya tidak dilasi waktu alias membengkoknya waktu sudah terbukti kejadian real .... sedangkan untuk wormhole sendiri masih terus di selidiki karena kita masih terbentur teknologi kita yg masih belum cukup canggih untuk mengamati peristiwa ini secara langsung.. tapi klo gejala membengkoknya ruang memang sudah terbukti juga.

Gejala dilasi waktu sendiri yg paling umum terjadi ada pada satelit buatan terutama satelit GPS dimana saking cepatnya pergerakan relative satelit tersebut dengan bumi maka terjadi pergeseran waktu dimana jam di dalam satelit GPS bergerak lebih lambat dari jam stasiun di bumi, oleh sebab itu setiap hari satelit GPS selalu mengkoreksi jam nya sendiri secara otomatis agar selalu sama dengan jam stasiun kontrolnya di bumi, hal ini harus di lakukan klo tidak satelit akan error dimana jam stasiun kontrolnya di bumi berbeda dengan jam di satelitnya sendiri

Mungkin ada yg bertanya kok bisa ada terjadi pegeseran waktu atau waktu membengkok jangan2 itu cuman kesalahan alat jamnya doang, jawabanya tidak karena jam di satelit2 termasuk satelit GPS adalah jenis jam atom yg presisinya sangat tinggi dimana jam ini cuman akan eror 1 detik dalam rentang 8 milyar tahun, eror dalam jam satelit ini sendiri di sebabkan oleh kecepatan relativenya terhadap bumi begitu besar hal ini sesuai dengan konsep dilasi waktu dalam teori relativitas umum embah einstein dulu.

teori relativitas umum sendiri menjelaskan bahwa kecepatan tertinggi di alam semesta ini batasannya adalah kecepatan cahaya alias sekitar 300.000 km/detik (dibulatkan) jadi misalnya ada 2 benda bergerak pada kecepatan 200.000 km/detik saling mendekati harusnya kecepatan relative 2 benda ini menjadi 400.000 km/detik hal ini sama dengan klo terjadi tabrakan antara mobil dengan motor dimana mobil kecepatanya 100 km/jam dan motor kecepatanya 50 km/jam maka kecepatan relative tabrakan mobil dan motor hasilnya akan 150 km/jam hal ini sesuai rumus gaya newton jaman dulu ... tapi hal ini tidak berlaku bila kecepatanya mendekati kecepatan cahaya dimana bila ada 2 benda bergerak yg harusnya kecepatanya bisa menembus batasan 300.000 km/detik seperti contoh diatas. maka yg terjadi bukan kecepatan relativenya yg bertambah jadi 400.000 km/detik tapi waktunya yg melambat sehingga sampai kapan pun batasan 300.000 km/detik tersebut tidak akan di lampaui.

Dalam teorinya sendiri seandainya manusia bisa bergerak sama dengan kecepatan cahaya maka dia akan menemukan bahwa waktu akan membeku alias diam tapi untuk hal ini di perlukan energi yg gak terbatas sebagi pembalikan dari rumus E=M.C kuadratnya einstein yg terkenal, jadi karena perlu energi yg gak terbatas kita hanya mampu mendekati kecepatan cahanya bukanya menyamai atau melampauinya. satu2nya benda yg bisa menyamai kecepatan cahaya adalah photon cahaya (partikel cahaya itu sendiri), karena photon cahaya walaupun umumnya bisa dianggap seperti benda tapi dia tidak punya massa dan malah bersifat seperti gelombang bukan materi.

***

Analogi simple teori relativitas umum ini adalah dengan teori Twin paradox yaitu ada 2 anak kembar identik A (miko) dan B (miki)...dimana miko dan miki diberikan juga jam yg identik untuk mengukur waktu, baru kemudian si miko di kirim keluar angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya sedangkan B (miki) tinggal di bumi ... setelah beberapa menit si miko keluar angkasa pada kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya dan kembali lagi ke bumi maka dia menemukan saudaranya si miki sudah tua renta hal ini karena waktu bagi miko yg beberapa menit itu = bertahun2 bagi si miki yg tinggal di bumi.
Hal ini juga akan terlihat dari jam mereka yg walaupun edentik dan tidak rusak tapi waktu di jam A bergeser lebih lambat dari jam B (sama kayak kasus satelit GPS vs stasiun bumi diatas)

karena saat A bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu di sekelilingnya akan melambat sedangkan bagi si B waktu berjalan normal jadi saat A mengira dia cuman pergi beberapa menit kenyataanya waktu yg dia tempuh sudah membengkok dan bergeser lebih lambat dari waktu saudaranya si B di bumi. ini lah yg dinamakan relativitas ruang dan waktu dan menyebkan teori enstein di sebut teori relativitas. karena dalam teori itu semua raltive bahkan termasuk waktu juga.

***

Nah kembali lagi ke film Interstellar, hal yg membingungkan penonton pasti karena tokoh utamanya si Cooper umurnya tetap sedangkan anak nya maupun temanya di pesawat induk Endurance malah tambah tua. hal itu terjadi saat Cooper pergi ke planet miller (planet yg isinya air doang dan mengorbit lubang hitam Gargantua)

kan pada awalnya temanya dan bilang 1 jam di plannet miller = 7 tahun bumi dan karena di planet itu miller sempat ketahan lama karena mesin pesawatnya kemasukan air maka saat dia kembali waktu dah berjalan 23 tahun padahal bagi dia cuman beberapa jam saja di planet miller.

Hal ini ya karena seperti yg ane bilang diatas semakin cepat benda bergerak mendekati kecepatan cahaya maka semakin melambatnya waktu (dilasi waktu) nah berhubung planet miller mengorbit lubang hitam Gargantua maka kecepatan planet ini sangat tinggi (karena lubang hitam mampu menyedot benda pada kecepatan sangat tinggi bahkan cahaya pun bisa di sedotnya) oleh sebab itu bila di bandingkan ama kecepatan temannya di pesawat induk Endurance atau anaknya di bumi maka waktu Cooper di planet miller sudah membengkok jauh karena saking cepatnya itu planet bergerak memutari lubang hitam Gargantua,

hal ini sama sepeti analogi anak kembar A dan B diatas.. dan sudah di buktikan di banyak satelit atau wahana luar angkasa buatan manusia dimana semuanya mengalamai dilasi waktu .. ya walaupun gak sebesar di film Interstellar, dilasi waktu di satelit cuman sepersepluh ribu sampai sepersejuta detik saja karena kecepatan relative satelit dan bumi masih jauh di bawah kecepatan cahaya, tapi ini sudah merupakan bukti bahwa teori relativitas einstein terkait dilasi waktu (membengkoknya waktu) terbukti.

***

Sedikit catatan pergerakan yg mempengaruhi waktu ini gak selalu gerakan melingkar atau lurus, tapi semua gerakan relative apapun bentuknya asal hampir mendekati kecepatan cahaya pasti akan membuat waktu nya melambat. Tapi selain kecepatan Gravitasi pun bisa menyebabkan waktu melambat dan biasanya di sebut Gravitational time dilation dimana masa yg besar juga selain bisa membengkokan ruang bisa juga melambatkan waktu, dan percobaan yg terkenal dari hal ini adalah percobaan National Bureau of standards di Colorado dengan Royal Observatory Greenwich di England, dimana kedua tempat ini memasang jam atom yg sama persis waktunya dengan ketepatan presisinya sangat tinggi, tapi setelah di amati selama beberapa tahun ternyata jam atom di Greenwich bergerak lebih lambat dari yg di Colorado (sekitar 5 microseconds atau 0.005 detik / pertahun lebih lambat), hal ini terjadi karena jam di Greenwich lebih dekat dengan pusat gravitasi bumi dan hasilnya waktu ikut melambat karena gravitasi bisa menyebabkan ruang dan waktu membengkok

***

Nah sedangkan untuk peristiwa wormhole di film itu sendiri kita masih belum menemukan bukti kongkritnya .. wromhole sendiri teorinya adalah membengkoknya ruang sehingga kita bisa menjelajahi jarak yg jauh dalam waktu singkat, ibaratnya seperti jalan tembus atau lubang cacing yg memendekan jarak. Teori wormhole ini sudah pernah di sampaikan oleh Albert Einstein dan Nathan Rosen makanya teori wormhole dikenal juga dengan teori Einstein-Rosen Bridge.

Dalam film Interstellar, sendiri wormhole itu digambarkan saat mereka menuju ke jupiter dimana di situ ada lubang (jalan masuk wormhole) yg bisa membawa mereka ke planet di luar sistem tata surya kita dengan cepat sampai mereka menemukan planet2 lainya seperti planet miller yg berisi air dan planet es yg berada di seputaran lubang hitam Gargantua

padahal klo menjelajahi normal planet tersebut dengan perjalanan biasa bisa di tempuh selama ribuan tahun, bahkan untuk sampai ke ujung sistem tata surya saja kita perlu waktu hampir 30 tahunan lebih (hal ini di buktikan dengan wahana pioner dan voyager yg saat ini sudah berada di ujung tata surya kita padahal wahana luar nagkasa ini di luncurkan di tahun 70 an dulu) dan untuk pergi ke sistem tata surya terdekat saja (gugus alpha centauri) mungkin satelit itu perlu waktu 400 tahun lagi baru sampe dengan kecepatan seperti sekarang ini (3000 km/detik)

Tapi mungkin ada yg bertanya emang bisa ruang membengkok seperti waktu diatas ?? dan jawabanya iya, klo waktu bisa membengkok karena kecepatan yg sangat besar, maka ruang pun bisa membengkok karena masa yg sangat besar, dan hal itu bisa menciptakan wormhole atau lubang cacing atau jalan tembus atau jalan pintas ruang antara 2 tempat

Hal ini karena dulu newton mengira masa itu menyebabkan daya tarik menarik pada dua benda (teori gravitasi fisika klasik).. sedangkan hari ini kita tahu (sesuai teori fisika modern einstein) bahwa hal itu kurang tepat tapi yg lebih tepat masa membuat ruang membengkok dimana makin besar masa suatu benda maka makin besar juga ruang yg membengkok dan fenomena ini lah yg membuat benda dengan masa lebih kecil tertarik.

Analogi sederhanaya seperti meletakan bola bowling dan bola pingpong diatas bentangan kain luas dimana kain itu di ibaratkan ruang sedangkan bola bowling dan bola pingpong di ibaratkan massa, jadi karena beratnya masa bola bowling maka dia akan membuat kain semakin tertarik dan akhirnya akan membuat bola pingpong jatuh mendekat kepadanya. hal inilah yg di sebut membengkoknya ruang karena massa atau di sebut gravitasi. bumi dan matahari pun sebenarnya mengalami fenomena ini tapi ada gaya lain yg mencegah bumi terjatuh ke matahari dan ini akan ane bahas di akhir tulisan ini.

***

Pembuktian fenomena dilasi ruang (ruang yg membengkok ini) dulu pernah di coba saat terjadi gerhana matahari para ilmuwan berusaha mengamati cahaya bintang di balik matahari ... seharusnya cahaya bintang di balik matahri tidak terlihat karena terhalang matahari, tapi ternyata tidak para ilmuwan berhasil melihat cahaya bintang yg datang dari balik matahari saat gerhana.. hal ini membuktikan ruangan membengkok karena cahaya dari bintang di belakang matahari yg harusnya berjalan lurus malah membengkok.

***

Nah wormhole dan lubang hitam sendiri adalah pembengkokan ruangan yg extreme dimana bukan lagi membengkok ruanganya seperti matahari atau bintang2 neutron berat tapi tembus dan yg membuat tembus ini adalah masa gravitasi sangat besar seperti yg ada di inti lubang hitam. dalam film tesebut di gambarkan lubang hitam Gargantua lah yg menyebabkan wormhole di sekitar jupiter yg membuat Copper dan teamnya bisa berpergian jauh mengunjungi planet2 di sekitar Gargantua .

Bagi yg gak tahu lubang hitam adalah sisa dari keruntuhan bintang yg besarnya berkali2 lipat dari matahari kita karena saking besarnya massanya maka saat bintang tersebit mati seluruh atomnya runtuh karena tekanan gaya gravitasi yg sangat besar sehingga menciptakan sebuah lubang yg bisa menyedot apa saja termasuk cahaya dan mampu membengkokan dan melubangi ruang semesta sehingga terciptalah lubang cacing (wormhole) yg menebus dimensi ruang. tapi ini masih sekedar teori karena sampai saat ini kita tidak bisa melihat menembus lubang hitam dan mencari tahu dimana ujungnya (biasa ujungnya di sebut white hole kebalikan dari black hole)... tapi gejala pembengkokan ruanganya memang terjadi,

Tapi banyak ilmuwan juga berpendapat seandainya manusia selamat dan bisa masuk kedalam lubang hitam (seperti yg di lakukan copper di film itu) maka kita akan berada di dimensi lain dalam singularity sehingga kita bisa melihat potongan2 dimensi kita yg terdiri dari 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu. dalam fisika teoritis modern sendiri dimensi mungkin ada 11 (teori strings dan M-theory) sedangkan manusia dan alam semesta yg kita ketahui ini sendiri ada di ruang dimensi ke 3 dengan 1 dimensi waktu.

Makanya di film interstellar itu saat copper terhisap kedalam lubang hitam gargantua dia bisa melihat berbagai potongan kejadian anaknya dan bisa berpindah2 waktunya, tapi anaknya sendiri tidak sadar dan menganggap itu adalah fenomenan hantu (saat kejadian buku2 dan debu berjatuhan di kamarnya saat dia masih bocah) padahal itu adalah copper sendiri saat terjebak dalam lubang hitam.

(Opini tambahan pribadi : Nah menurut saya, apakah ini yang dimaksud bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu yang kita lakukan? Jika secara teori fisika modern saja ini mungkin, maka jika kamu seorang muslim yang beriman, keyakinan bahwa di akhirat nanti kita akan ditunjukkan potongan-potongan kelakuan kita selagi di dunia, itu sangat mungkin! Di bayangan saya, itu berupa rekaman potongan-potongan kehidupan, dan penghapus rekaman-rekaman buruk kita adalah dengan taubat. Yaa tapi itu hipotesa saya yang seorang tukang gambar.hehe.. Wallahua'lam)
***

Mungkin hal ini agak susah di terima nalar kita tapi seandainya kita bisa menembus dimensi kita saat ini kita akan melihat dimensi kita itu sepeti universe yg terdiri dari potongan2 waktu yg berbeda dan inilah dasar pemikirian pararel universe (atau alam semesta lain yg pararel) atau lebih di kenal dengan teori many-worlds interpretation dan terkait dengan gejala Superposisi dalam fisika quantum.

Dimana mungkin saja di semesta (universe) lain saat ini ane tidak sedang menulis resume ini atau ente tidak sedang membaca tulisan ini. bisa jadi ane di alam semesta lain sedang noton tipi dan ente sedang makan,

Hal ini agak membingungkan karena kita masih susah menerima alam semesta lain apalagi menerima pemikiran adanya dimensi lain, tapi hal ini kemungkinan benar adanya karena hari ini kita tahu sebagian besar bagian penyusun alam semesta ini tidak terlihat dan teramati dimana masa pembentuk planet, matahari, bintang, bulan, dan berbagai hal di alam semesta kita ini cuman 4 % saja dari total masa dan energi yg harusnya ada ... sedangkan sisanya 96 % kita tidak mengatahuinya, oleh sebab itu bagian yg tidak di ketahui ini disebut materi gelap dan energi gelap.

***

contoh paling real fenomena materi dan energi gelap ini adalah mengembangnya alam semesta ini, karena secara teoritisnya klo alam semesta ini masa dan meterinya sama maka harusnya planet, matahari, galaksi, bahkan sampai supercluster yg berisi trilunan bintang harusnya tetap gak bergerak karena terkunci gaya gravitasi tapi ternyata tidak alam semesta malah bergerak samakin cepat dan saling menjauh... hal ini menandakan ada gaya dan materi lain yg jauh lebih besar dari gaya tarik gravitasi sehingga gaya tarik gravitasi malah kalah ama gaya tolak misterius ini...

Dan hal ini mungkin jugalah yg menyebabkan bulan gak jatuh menimpa bumi, bumi beserta planet lainnya gak terhisap matahari, dan matahri beserta bintang2 lain gak tersedot oleh lubang hitam di tengah galaksi bima sakti ini, dan galaksi beserta supercluster kita gak saling menyatu. karena bila ini yg terjadi maka harusnya sudah lama alam semesta ini kiamat bukanya semakin meluas.

***

well itulah sekelumit sains dari film Interstellar ini yg sebagian besar adegan dalam film tersebut memang terinspirasi oleh teori ilmiah dan fenomena ajaib alam semesta ini,

Btw: konslutan untuk film Interstellar ini memang adalah para ilmuwan real jadi film ini walaupun fiksi ilmiah bukan di buat asal2an tapi sesuai dengan teori ilmiah yg berlaku saat ini .... ya walaupun sudah di sederhanakan, tapi tetep saja film Interstellar ini masih membuat bingung dan membosankan bagi banyak orang (mungkin sama membosakan dengan tulisan panjang ane ini), ya karena memang sains dan fenomena ilmiah terkadang susah di pahami tapi hal itulah fakta kehidupan di alam semesta ini. Seperti kata prof Lawrence Krauss "Fisika jauh lebih aneh dari cerita fiksi"

***

Sumber Referensi :

https://www.nasa.gov/…/nasa-kn…/what-is-a-black-hole-k4.html
https://phys.org/…/2018-02-ultramassive-black-holes-far-off…
https://www.space.com/20881-wormholes.html
https://www.popsci.com/…/will-wormhole-travel-ever-be-possi…
https://science.howstuffworks.com/…/everyd…/relativity10.htm
https://www.scientificamerican.com/…/how-does-relativity-t…/
http://www.emc2-explained.info/Time-Dilation/
http://www.phy.olemiss.edu/HEP/QuarkNet/time.html
https://www.britannica.com/science/time-dilation
https://plato.stanford.edu/entries/qm-manyworlds/
https://www.forbes.com/…/what-the-many-worlds-interpretat…/…
https://science.nasa.gov/as…/focus-areas/what-is-dark-energy

https://en.wikipedia.org/wiki/Interstellar_(film)
https://en.wikipedia.org/wiki/Time_dilation
https://en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_time_dilation
https://en.wikipedia.org/wiki/Twin_paradox
https://en.wikipedia.org/wiki/Wormhole
https://en.wikipedia.org/wiki/Many-worlds_interpretation
https://en.wikipedia.org/wiki/Black_hole
https://en.wikipedia.org/wiki/Dark_energy

19.11.17

Nangkap Kakap, Ngelepas Hiu

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

1. Satu persatu BUMN dilelang ke asing oleh rezim, tapi kita terus dibius dan dikecoh.

2. Bahwa masalah utama negeri ini adalah masalah E-KTP, bukan Jokowi dan eksekutif, begitulah kita diajak berpikir.

3. Dan dalam kasus E-KTP ini, pola pikir kita juga dipersempit sebatas nama SETNOV, padahal nama gubernur Jateng dan Sulut dari PDIP juga disebut sama seperti nama Setnov.

4. Bahkan nama Ketua KPK pun juga ikut disebut terlibat, tapi semua nama raib, kita digiring ke nama Setnov saja.

5. Mengapa nama Setnov? Saya melihat ini adalah main mata rezim dengan Golkar, deal nya tentu sudah diatur, Setnov memang punya banyak “musuh” di Golkar, momentumnya ketemu.

6. Setnov dikorbankan untuk menjaga citra rezim yang bobrok, menangkap kakap untuk menjaga hiu yang sebenarnya jauh lebih bahaya.




7. Rezim sedang akting, bahwa rezim ini “anti korupsi”, kelas kakap kaliber Setnov pun disikat, ingat ini hanya AKTING.

8. Karena dosa rezim dan bobroknya rezim sudah gak bisa lagi ditutupi oleh sekedar isu OTT bupati atau isu “teroris” lagi.

9. Maka pilihannya adalah mengorbankan Setnov untuk mendapatkan isu besar yang mampu menutup wajah rezim penuh corengan hitam ini.

10. Negara sedang collapse, semua pakar ekonomi setuju itu, dan jika isu collapse ini tidak ditutup dengan isu besar lain, maka rezim gak yakin namanya akan baik di depan rakyat.

11. Nama baik disini maksudnya adalah demi terpilih lagi untuk periode kedua 2019 nanti.

12. Penerimaan pajak yang minus 400T, utang baru ke Jepang, harga semua bahan pokok yang mahal, plus mental palak rakyat ala rezim plus jualan jalan terus.

13. Negara sedang sakit, dan obatnya adalah isu besar buat pengalihan dan biar rakyat lupa isu yang paling utama, obatnya tangkap Setnov.

14. Politik main mata dan korban mengorbankan dengan deal deal tertentu itu adalah hal biasa bagi sebuah partai politik besar dan matang seperti Golkar, logika rakyat belum sampai kesana.

15. Di negara manapun di dunia ini, jika negara amburadul, maka orang hanya akan bertanya siapa presidennya, bukan siapa dan ada apa dengan ketua DPR nya, belajar konstitusi!

16. Tapi rakyat kita digiring untuk mengingat dosa Setnov, dan melupakan dosa semua nama nama selain Setnov dalam kasus E-KTP tadi, karena nama nama Selain setnov adalah kader nya PDIP.

17. Dalam konstitusi kita, ditangan Jokowi ada 2000an triliun dan segepok kekuasaan lain yang dengan mudah dia selewengkan.

18. Dan sudah terbukti dia pro asing juga pro reklamasi dan Meikarta, tapi otak kita disuruh fokus ke Setnov dengan angka 2,3T oleh media pendukung rezim.

19. KPK all out bantu Jokowi lewat udara, Paloh, LBP, Gatot dkk all out bantu lewat darat, maka jangan heran kemarin pak Gatot ajak kita pilih Jokowi 2019.

20. Gatot berhasil pencitraan didepan rakyat seolah dia bersebrangan dengan Jokowi diawal, akhirnya dia buka topeng, mereka bahu membahu mendukung rezim gagal ini untuk periode kedua.

21. Saya sudah berulang kali “me-warning” umat tentang Gatot dan tokoh tokoh lain jauh jauh hari, tapi sekali lagi umat kecolongan, umat lupa, ini politik!

22. Ingat sekali lagi, semua drama ini, tujuan utama nya adalah menutup wajah gagal rezim yang memaksa berkuasa kali kedua dengan mental dagelan dan mental jualan. 




Sumber : Facebook Tengku Zulkifli Usman

Aktivis Aceh

7.11.17

Semut Ibrahim vs. Cicak Namrud

Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Akan datang suatu zaman saat itu orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila dia lari membawanya dari puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu gua ke gua yang lain. Maka apabila zaman itu telah tiba, segala mata pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat diperoleh kecuali dengan melaksanakan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila ini telah terjadi, maka kebinasaan seseorang adalah dari sebab mengikuti kehendak isteri dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya dari sebab mengikuti kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya dari sebab mengikuti kehendak familinya atau dari sebab mengikuti kehendak tetangganya". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, apakah maksud perkataan engkau itu?" (kebinasaanseseorang karena mengikuti kemauan isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau tetangganya). Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, "Mereka akan menghinanya dengan kesempitan kehidupannya. Maka ketika itu lalu dia menceburkan dirinya di jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya." (HR. Baihaqi).
Diselidik-selidik, ada sih beberapa orang yang sebenarnya sudah tau dan paham perkara-perkara yang diharamkan dalam agama tapi karena mengikuti kemauan isteri, anak, orangtua, sanak famili atau tetangganya, dia sanggup menceburkan diri ke dalam jurang kemaksiatan demi memuaskan hati mereka..plung! Naudzubillahi Min Dzalik Tsumma Nau'dzubillahi Min Dzalik.

Itu salah satu nubuat Rasulullah soal tanda-tanda akhir zaman. Masih banyak lagi hadist lain menyangkut hal itu. Nanti saja dibahasnya kalau ada masanya. Tadinya saya mau bahas yang lain lagi tapi akhir-akhir ini postingan di media sosial membuat saya banting setir tema tulisan kali ini.

***

Rentetan kejadian demi kejadian belakangan ini membuat saya agak waspada mengemudikan diri dan keluarga. Sudah saatnya benar-benar menunjukkan jati diri, menunjukkan kita di posisi mana, kawan atau lawan. Polarisasi bangsa yang makin kental tanpa ada mediasi dari pemerintah, membuat masyarakat ambil alih berbagai kebijakan, bahkan secara individual, anggapan merasa benar bersumber dari nalarnya sendiri, tidak didasarkan pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Chaos? Bisa jadi. Tergantung polarisasi semacam apa yang bakal terjadi nantinya. Suriah dan beberapa negara timur tengah sudah merasakan dampak polarisasi ini. Dari pantauan sampai sekarang, skenarionya bisa dipersingkat seperti ini :
Trigger
Devide et Impera
Demolish
Conquer.
Trigger, atau pemicunya seudah jelas luapan kemarahan rakyat atas kekalutan yang terjadi di dalam negara. Lalu ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum itu untuk mengadu domba bangsa khususnya pribumi. Polarisasi mencapai titik nadirnya tinggal menunggu bom waktu saja. Lalu dengan tindakan represif, pihak-pihak yang awalnya menuntut keadilan, disisihkan secara perlahan, kalau cara halus tidak mempan, baru cara 'berat', let say peperangan. Dalam perang, akan ada pihak yang menang dan kalah. Itu sebuah keniscayaan. Para penyulut yang awalnya ngomporin bangsa buat adu domba ini akan mendompleng pihak pemenang untuk take over kemudian negara ini terutama di lini-lini pemerintahan. Voila, mereka akan menguasai dan mengemudikan sebuah negara kemanapun mereka mau, sesuai hasrat dan nalar mereka. Pernah saya tulis di tulisan sebelumnya tentang metoda Donald Trump. Mirip sekali. Hanya saja untuk saat ini, kubu-kubu ini belum menunjukkan diri seutuhnya, walaupun tabir-tabirnya sudah mulai tersingkap perlahan. Kalaulah kubu pemenang yang ini nantinya masih berlandaskan agama, maka bentuk pemerintahan pastilah berupa khalifah, sedangkan di luar itu, bisa saja menjadi liberalis, komunis, sosialis, dan is is yang lain yang pasti bukan is is dahlia.

***

Berkaitan dengan hadist di atas, saya sendiri dalam masa gamang. Dengan ilmu dan kesiapan menghadapi dinamika zaman. Kalaulah memang harus ada konfrontasi, tentunya perlu tegas dalam keberpihakan. Janagn-jangan nantinya saya berada di pihak yang Allah murkai. Naudzubillah. Nah ini dia kegelisahan akhir-akhir ini. Menentukan posisi keberpihakan itu pengennya dilihat dari kacamata Allah saja. Kalaulah menurut-Nya, posisi saya bersama orang-orang yang Ia senangi, saya beruntung. Kalau tidak? Rugilah saya. Makanya masih perlu banyak ilmu dan amal supaya saya ditempatkan bersama orang-orang yang Allah senangi meskipun ditinggalkan makhluk. Saya teringat kisah semut dan cicak ketika Nabi Ibrahim Alaihissalam dibakar raja namrud. Kisah ini pernah dijadikan analogi kubu-kubu tertentu dalam sebuah kasus yang ditangani KPK. Lupa kasus yang mana.



Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup-hidup ke kobaran api yang disiapkan oleh Namrud, ada dua ekor binatang yang turut berpihak dan berkontribusi baik terhadap Nabi Ibrahim as maupun kepada Namrud. Kedua binatang tersebut adalah semut dan cicak.

Singkat cerita, seekor semut berlari-lari dengan susah payah berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as dengan membawa butiran air di ujung mulutnya. Perilaku semut tersebut membuat semua binatang heran dan bertanya-tanya, sehingga seekor burung bertanya.

Burung : "Eh semut, lu ngapain di kobaran api?"
Semut :  "Gua mau matiin ni api biar Nabi Ibrahim as gak kebakar!"
Burung : "Gak mungkin laah setetes air yang ada di mulutmu bisa matiin api segede itu."
Semut : "Emang air ini gak bakal bisa matiin api segede itu, emang! Tapi gua gini-ginian seenggaknya semua bakal tau gua di pihak mana."

Di sisi lain, ada si cicak malah ikut meniup api yang dibuat oleh Namrud agar semakin membesar. Memang tiupan cicak tidak akan bisa membesarkan kobaran api itu, tapi dengan apa yang dilakukan cicak itu semua akan tahu bahwa cicak ada di pihak yang mana. Akibat keberpihakannya ini, cicak dianjurkan untuk dibunuh.

"Dari Sa'ad ibn Abi Waqqash bahwasannya Nabi Muhammad saw memerintahkan untuk membunuh cicak. Dan beliau menamakannya (cicak ini) hewan kecil yang fasik" (HR. Muslim)

"Dahulu ia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim as." (HR. Bukhari dari Ummu Syarik)
Dari peristiwa itu, sang semut mengajarkan hikmah kepada manusia setidaknya ada 3 hal, yaitu:

1. Berani menunjukkan identitas diri dalam sebuah perjuangan, tidak bersikap munafik di mana perkataan tidak sesuai perbuatan;
2. Komitmen membela yang benar, bukan membela yang bayar di mana kebenaran disembunyikan dan kejujuran tak dihargai; dan
3. Berani berkorban demi tegaknya kebenaran, sebaliknya ketidakbenaran yang terjadi harus segera dikritik karena pembiaran terhadap ketidakbenaran tersebut lama-kelamaan seakan menjadi sebuah kebenaran.

Pertanyaannya, di mana posisi kita saat ini? Di golongan semut atau cicak?
Dalam hal ini, saya tidak mau sendirian join ke Geng Semut. Ingin tentunya bersama orang-orang yang dikasihi disayangi di akhirat. Perlu mengajak dan meyakinkan keluarga, saudara, pasangan, anak, dan kalau bisa teman-teman juga tetangga yang baik selama di dunia. Kendalanya, kita semua berbeda-beda dalam level keimanan dan ilmu agama. Itulah yang bisa memblok masuknya hidayah dan ilmu. Jalan satu-satunya, kita samakan goal akhir, visi akhir hidup saja. Ibarat kita semua sekarang terjebak dalam goa yang sangat gelap lalu menemukan setitik cahaya di celah batu, maka dalam keputusasaan itu pandangan kita akan menuju satu titik cahaya yang sama. Menggali, memperbesar lubang cahaya itu supaya sinar dan hangatnya masuk dan terasa oleh semua yang dilingkupi kegelapan goa. Dan itulah visi yang bisa menyelamatkan saya serta keluarga dan orang-orang yang satu tujuan. 


اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ

(كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢٥٧


Allah is the ally of those who believe. He brings them out from darknesses into the light. And those who disbelieve - their allies are Taghut. They take them out of the light into darknesses. Those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein. (Q.S. Al Baqarah : 257).

Mampukah kita semua melewati ujian berat ini? Semoga Allah membantu kita melewatinya. Allah pembuat soal ujiannya, dan Allah pemilik jawaban atas ujian-ujian tersebut. 

6.11.17

Decluttering Life

Kembali ke mes di deket kantor yang isinya kosong melompong. haha. Karena dari awal, saya pikir gak akan berlama-lama di sini jadi gak banyak barang yang saya ungsikan ke mari. Hanya baju-baju, gitar, buku-buku, hotwheels, dan skate board. sisanya perabotan dari sananya seperti tempat tidur, lemari, dan TV. Kebayang betapa kosongya ruangan 3x6 meter ini. Tak apa, ini salah satu bagian lanjutan dari decluttering my life.



Istilah ini saya dengar awal SMA, berarti sekitar tahun 2008-an lah ya. Awalnya si Arie yang sering nulis ini di twitter. Sedikit banyak saya cari tahu dan mulai digarap perlahan. Kalau saya didefinisikan secara ala ardhyaska amy, ini semacam hidup praktis minimalis. Dalam Islam disebut qonaah, yang sudah dipraktikkan nabi dahulu kala. Jadi, declutter ini pelopornya sudah jelas lah ya siapa. Qonaah jaman itu mungkin terdengar lebih hipster daripada declutter. Hanya saja, we live di jaman now.

I would say that excessive clutter may cause stress and affect every facet in my life. Clutter may distract someone's life. Terasa sekali tahun-tahun belakangan terutama disibukkan dengar berbagai kegiatan. Jadi saat awal-awal saya mengenal (kembali) qonaah yang dibranding dengan istilah decluttering, saya coba berbenah berbagai hal : aktivitas, pekerjaan, relasi, kontak hp, bahkan aplikasi. Kurang-kurangi yang gak perlu-perlu amat. Misalnya di laptop, terkadang saya menyimpan file program yang gak sebegitu penting sampai bertahun-tahun, menghabiskan space memory, padahal saya tau itu file gak seberapa penting buat saat ini. Atau di kamar, barang-barang jadul yang memenuhi kamar harusnya bisa saya sisihkan, dibuang, atau dihibahkan daripada ditumpuk dengan alasan punya nilai historis. 

Jadi saat itu mulai mengurangi barang-barang, menerima fasilitas yang Allah kasih sesuai kebutuhan. Dulu ada wifi di rumah tapi yang pake diri sendiri buat apa. Maka distop. Bahkan media-media sosial yang saat iu dimiliki, mulai dinonaktifkan: twitter, tumblr, blog, dllllll.. Seperlunya saja. 


***

Jadi teringat sesuatu. Ada cerita dimana mengurangi interaksi dengan media sosial bisa menyelamatkan kehidupan seseorang. Sepertinya bakal melenceng sih tapi dicoba deh.

***

The power of not knowing.

Seorang Bapak, saya lupa namanya, sebut saja Rhoma, dan istrinya yang saya juga lupa, sebut saja Ida Royani. Tipikal pasangan yang sudah menikmati pernikahan hingga 20-an tahun. Bang Rhoma ini sehari-hari berprofesi sebagai penjual bahan bangunan yang punya toko cukup besar di pinggir jalan raya. Istrinya adalah ibu rumah tangga yang cukup kreatif membuat home industry catering kecil-kecilan sama genggesnya.

Dengan usia perkawinan yang cukup lama, sudah tidak diragukan lagi pastinya pengalaman mereka dalam mengarungi hidup rumah tangga. Diplomasi keduanya pasti berjalan baik meskipun ada 'bumbu-bumbu' sedikit.

Tahun 2008-an, saat itu media chatting belum semarak seakarang. Paling ada YM dan kompetitornya yang biasa saja saat itu. Bang rhoma dan bu ida ikut tren karena anak sulungnya pakai aplikasi itu juga. Meskipun masih pakai hp alakadarnya, setidaknya bisa lah katanya untuk pasang aplikasi yahoo messenger mah. Lalu satu waktu, (saya singkat saja), Bang rhoma mendapati hp istrinya yang tergeletak di ruang tv, berdering terus menerus (tanda chat masuk). Saat itu Bu ida sedang kemana gitu, lupa. Bang rhoma ya buka saja itu hp, karena dia pikir ada kabar penting dari saudara atau siapa. Lalu bang rhoma buka saja. Ternyata itu dari sepupunya bu ida. Sebut saja Bu Jum. Bang rhoma kenal tau tau pastinya kedekatan istrinya dengan sepupunya itu. Namanya juga sesama perempuan.

Dibukalah hp istrinya itu, dengan rasa biasa saja, toh dari dulu pun sering ngecek-ngecekan isi sms satu sama lain gak ada hal yang janggal. Kali ini, bang rhoma bingung karena yang berdering itu aplikasi ym. Dia perlu adaptasi katanya. Lalu dibuka chattingan istrinya dengan sepupunya itu. Saat itu UI/UX ym belum seenak sekarang. Bang rhoma baca chatingan terbaru. Ternyata isinya hanya obrolan biasa seputar sanak saudara atau kegiatan sehari-hari. Bang rhoma scroll sampe atas. Dia kaget kenapa curhatan istrinya kebanyakan soal rumah tangganya. Soal adat dan tabiat suami padanya, lalu istrinya minta pendapat ke sepupunya itu harus bagaimana. Obrolan dengan suaminya di kehidupan nyata, ia ketik ulang. (mungkin kalau jaman now, itu obrolan di Line, wa, atau sms yang di screenshoot kali ya?). Bang rhoma ngecek itu sampai mentok ke obrolan paling awal, dari soal perbedaan pendapat sampai masalah (maaf) ranjang. Istrinya diskusikan dengan Bu Jum sepupunya itu. Mungkin karena memang karena merasa itu curhat biasa sebagai saudara, dianggap wajar saja. Sesama perempuan yang merasa ingin melegakan perasaan. Tapi bagi bang rhoma, yang saat itu merasa kehormatan dirinya sebagai pemimpin keluarga, sebagai imam, telah tercoreng dengan leaked content dalam hubungan dia dengan istrinya yang harusnya amat privasi, maka dia meledak. Tau lah apa yang terjadi setelah itu. Alih-alih melegakan perasaan, malah bertambah runyam. 

***

Hubungannya dengan decluttering life, menurut saya, tidak tahu sesuatu lebih baik daripada tahu sesuatu. Tidak berurusan dengan sumber-sumber informasi yang hanya membuat kita sibuk dengan hal-hal yang mernguras hati, tenaga, pikiran dan waktu. Mungkin kalau bang rhoma gak buka hp-nya bu ida, gak akan seperti ini jadinya. Atau mungkin, Allah sengaja 'menampakkan' perilaku istrinya untuk menguji dia. Dan bagi istrinya, hal besar ini menjadi ibroh, pelajaran besar, bahwa menjaga kehormatan suaminya harus didasari atas dasar ketakwaan, bukan pada saat bersamanya saja, bukan juga karena ketakutan pada suaminya saja, tapi takut karena ada Yang Mengawasinya. Atau hal lain, mungkin bang rhoma pernah melakukan dosa diam-diam yang belum ditobati, sehingga tercermin dari perilaku istrinya yang juga diam-diam. Suami adalah cerminan istri, istri adalah cerminan suami. 

***

Tapi memang sifat dunia adalah tidak sempurna. Jadi, siapa yang mencari kesempurnaan di dunia sudah pasti ia tidak akan pernah menemukannya. Apalagi manusia, siapa pun di dunia ini, laki atau perempuan, pasti punya kekurangan sekaligus kelebihan. Tidak satu pun pernah ada pasangan sempurna pernah ada di jagat raya ini kecuali mereka berumah tangga atas landasan iman, dengan ketakwaan. Bisa diminimalisir lah setidaknya.

Kadangkala sebagian besar kita lupa hal beginian. Maka tidak sedikit orang yang dengan ringan membicarakan kekurangan-kekurangan pasangannya kepada orang lain. Karena tidak disadari, perbuatan tercela semacam itu berlanjut menjadi kebiasaan. Pasti kejadian ini gak cuma terjadi di zaman yang kata orang modern ini. Kondisi semacam itu (membicarakan kekurangan pasangan ke orang lain) sudah ada sejak manusia ada, termasuk di zaman Rasulullah. Bersumber dari kitab hadits Al-Lu’lu’ Wal Marjan pada hadits ke 1590 yang diambil dari kitab shahih Imam Bukhari pada Kitab Nikah bab mempergauli istri dengan baik,(yang diambil dari google dengan sumber yang Insya Allah terpercaya), disebutkan perihal perkumpulan sekelompok istri yang telah bersepakat membicarakan keadaan pasangannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah, ia bercerita,

“Pada suatu hari sedang berkumpul sebelas orang wanita. Mereka sedang duduk-duduk santai. Mereka saling sepakat dan berjanji untuk mengungkap keadaan suami mereka.

Wanita pertama mengatakan, “Suamiku adalah ibarat daging tipis yang berada di puncak sebuah gunung yang tinggi sehingga tidak mudah untuk didaki. Ia tidak gemuk sehingga bisa dipindah-pindah.”

Wanita kedua mengatakan, “Maaf aku terpaksa tidak bisa menuturkan secara rinci mengenai keadaan suamiku. Aku khawatir tidak bisa melakukan hal itu. jika sampai aku lakukan, sama halnya aku mengungkapkan aibnya.”

Wanita ketiga mengatakan, “Suamiku berpostur tinggi. Jika aku katakan hal itu terus kepadanya, ia akan menceraikan aku. Dan jika aku diamkan saja, ia pun akan meninggalkan aku.

Wanita keempat mengatakan, “Suamiku laksana cuaca di wilayah Tihamah, tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin, tidak menakutkan dan juga tidak membosankan.”

Wanita kelima mengatakan, “Jika suamiku sudah masuk rumah, ia langsung tertidur nyenyak. Tetapi jika keluar rumah, ia laksana seekor singa. Dan ia tidak pernah menanyakan sesuatu apa pun yang bukan termasuk urusannya.”

Wanita keenam mengatakan, “Jika suamiku sedang makan, semua makanan akan dihabiskannya. Jika sedang minum, semua minuman pun akan diteguknya. Dan jika tiduran, ia selalu memakai kain selimut. Namu ia enggan memasukkan telapak tangannya karena takut diketahui kesusahannya.”

Wanita ketujuh mengatkan, “Suamiku adalah orang yang lemah syahwat dan gagap bicaranya, meski berbagai obat telah dicobanya untuk menyembuhkannya di samping itu ia adalah orang yang mudah melayangkan tangannya.”

Wanita kedelapan mengatakan, “Suamiku memiliki aroma khas seperti aroma zarnab, dan sentuhannya selembut sentuhan seekor kelinci.”

Wanita kesembilan mengatakan, “Suamiku punya kedudukan tinggi, berpostur tinggi, sangat dermawan, suka menjamu tamu, dan rumahnya dekat sekali dengan balai pertemuan.”

Wanita kesepuluh mengatakan, “Suamiku memiliki banyak unta, sebagian besar dibiarkan menderum di halaman rumah, dan yang sedang bunting baru beberapa ekor saja. Jika unta-unta tersebut mendengar suara kecapi, mereka merasa bahwa sebentar lagi mereka akan disembelih.”

Dan, wanita kesebelas mengatakan, “Suamiku bernama Abu Zara’. Kalian tahu, siapa itu Abu Zara? Dia lah yang memberiku makanan-makanan yang berlemak sehingga aku kelihatan gemuk. Ia suka membangga-banggakan aku sehingga aku merasa senang. Ia tahu aku dari keluarga yang tidak mampu. Namun ia mau menerimaku dalam keluarganya yang cukup kaya.Ia tidak pernah mencela ucapanku. Setiap tidur aku bisa nyenyak sampai pagi, dan aku bisa minum sampai puas.”

Lalu Ummu Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia memiliki simpanan bahan pokok makannan yang berkarung-karung dan rumahnya sangat luas.

Lalu Ibnu Abu Zara’. Kalian tahu siapa dia itu? Dia memiliki tempat tidur yang laksana ikatan pelepah kurma. Ia sudah merasa kenyang dengan hanya memakan sebelah kaki seekor kambing.

Lalu binti Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia adalah seorang yang amat patuh terhadap kedua orang tuanya. Tubuhnya gempal dan dia adalah orang yang sangat dermawan.

Kemudian pelayan puteri Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia tidak pernah menyebarkan ucapan-ucapan yang bersifat rahasia. Dia sangat jujur sekalipun dalam soal makanan dan dia adalah orang yang sangat rajin bekerja dan tidak pernah membiarkan rumahku kotor.

Selanjutnya Ummu Zara’ mengatakan, “Pada suatu hari Abu Zara’ keluar dengan membawa bekal sebuah bejana terbuat dari kulit yang sudah diisi penuh dengan susu. Ia bertemu seorang wanita dengan dua anaknya yang laksana sepasang macam kumbang.

Mereka mempermainkan buah delima di bawah pinggang ibunya tersebut. Demi menikahi wanita itu, aku diceraikannya. Setelah itu aku menikah lagi dengan seorang laki-laki yang cukup budiman dan cukup kaya. Kendaraannya adalah seekor kuda pilihan. Ia juga memperlihatkan kepadaku sebuah kandang yang penuh berisi unta, sapi, dan domba. Aku disuruh menikmati semua itu. kalau aku kumpulkan semua pemberiannya, maka apa yang pernah diberikan oleh Abu Zara’ kepadaku tentu tidaklah seberapa.”

Kata Aisyah, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam pernah bersabda, “Aku terhadapmu adalah seperti Abu Zara’ terhadap Ummu Zara.”

Pelajaran dari hadist ini ykni buat saling menjaga dan mengharumkan pasangan. Mun ceuk basa Sundana mah 'Silihwangi'. Ironis sekali jika pasangan suami istri antara satu dan lainnya saling menjelekkan. Jadi, tidak perlu terjadi hal-hal yang tidak perlu, seperti membesar-besarkan kesalahan pasangan. Karena sudah pasti tidak mungkin ada pasangan yang tidak memiliki kekurangan atau bahkan kesalahan.

Seandainya pun harus bercerita kepada orang, maka ceritakanlah kebaikan-kebaikannya, agar yang mendengar terinspirasi dan tergugah, sehingga ketika pulang ia bisa memperbaiki diri bagaimana berinteraksi dengan pasangannya. Lebih-lebih bisa berkomunikasi lebih baik lagi, sehingga pasangan nya dapat memperbaiki diri.

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

Hadits ini jadi bekal, khususon buat sim kuring pribados umumnya untuk jemaah al bloggiyah rohimakumullah ini, agar supaya dengan pasangan hidup kita, harus lebih menutup aib dan menjaga kehormatan mereka. Kalaupun ada keluhan, sebaiknya tidak membahas hal yang sangat rahasia seperti itu di circle tertentu yang tidak dijamin kerahasiaannya. Dan kalaulah kita di pihak yang menerima banyak curhatan, keluhan, dan sebagainya, dan terbiasa dengan itu, bersikap bijaklah dengan menetapkan perkara hanya pada aturan yang dipegang umat ini. Karena selain itu, pasti kacau. Bersikaplah okjektif, tidak ada standar ganda, membela salah satu pihak karena hubungan tertentu. Jika memang terpaksa mendengarkan curhatan seseorang. Lalu perlahan ingatkan untuk menjaga kehormatan orang yang disinggung itu terlebih jika seseorang itu adalah suaminya.

4.9.17

Babi Air (2)

Ah manusia itu susah dimengerti. Pantas malaikat khawatir makhluk ini akan berbuat kerusakan ketika Allah menciptakannya.

Kembali ke perkara babi. Sudah jelas kalau mereka diharamkan supaya jadi pelajaran eh masih saja ada yang bergaul sama beliau.  Sudah kubilang kalau sifat hewan yang dikonsumsi itu bisa menular ke manusianya karena ada sebagian elemen makhluk tersebut yang larut dalam darah.



Menurut hematku, ciri-ciri sifat ini sudah menempel di tubuh manusia itu bisa dilihat dan dirasakan. Babi itu tipikal hewan yang senang mencari tempat kotor, jorok, segala kejorokan di alam mayapada dia hafal. Saling terobsesinya dengam kekotoran, pandangannya selalu melihat keburukan. Di masa era informatika ipa ips ppkn semacam ini, tipikal manusia babi ini bisa amat sanhat jelas terlihat terutama di media sosial. Setelah dari medisa sosial, akan merambah ke kehidupan nyata pribadi orang itu.

Di medsos, berapa banyak dari kita senang mendengar kabar bahagia teman2? Berapa banyak dari kita merespon positif tindakan2 atau nasehat2 kebaikan untuk diambil sebagai pelajaran? Berapa banyak postingan2 ajakan beramal baik direspon dengan kebaikan dari kitta sendiri? Jika ya, itu dirasakan sebagai suatu tindakan yang biasa kita lakukan, selamatlah kita dari ciri kebabian itu.

Biasanya, seseorang menyukai sesuatu di medsos bisa karena 2 sudut pandang : secara objektif, dia memyukai postingan karena memang dia suka hal itu. Bisa karena hobinya, bisa karena terlihat berfaedah, seru, atau cuma sekedar satisfying saja, walaupun dia tidak mengenal siapa orang di balik alun tersebut. Lalu ada si pribadi yang subjektif. Orang-orang ini hanya menyukai postingan hanya jika itu berasal dari status uploadernya. Misalnya teman dekat, tokoh, idola, gebetan, pacar, ortu, daan banyak figur lainnya.  Jadi, sejelek apapun konten yang diupload di sana, orang-orang ini akan menyukainya. Se-gak pentingnya postingan itu, orang-orang yang selalu subjektif ini akan merespon dengan likes, loves, dan segala bentuk apresiasi positif lainnya. Hal ini mengarah ke arah fanatisme. Sip sampai situ dulu paham? Toyiiibbbb.. *niru gaya ustadz Adi Hidayat.

Lalu bagaimana sikap si objektif dan si subjektif ini merespon hal-hal yang tidam disukai? Kalau si objektif, tentu meninggalkan saja apa2 yang tidak ia sukai terlepas siapapun pembuat konten tersebut, sekalipun dari guru yang dia hormati, kalau buruk, ya ditinggalkan. Atau kalau ada rasa iba, ia nasehati secara baik-baik. Itu hanya kekeliruan. Sedangkan si subjektif, hanya melihat superioritas satu kubu yang dianggapnya menguntungkan dia saja dan memandang remeh kubu yang diluar circlenya. This is a real fanatism. Macam Abu Lahab. Dia tau postingan Rasulullah itu keren2 dan bener datangnya dari Allah. Tapi fanatisme yang berlebihan sama kaumnya suku Quraisy yang bikin dia gengsi buat 'ngelikes' Rasulullah.

Kutaktau kalau Abu Lahab pemakan babi atau bukan. Tapi orang-orang tipikal Abu Lahab kekinian mulai bermunculan tandatandanya.

Seringnya ku diam saja memantau perkembangan suriah, palestina, rohingya, sampai kasus buatan yang mengada-ngada menjebak para ulama negeri ini. Sadar tidak sadar, bangsa ini sedang mengalami polarisasi yang begitu cepat dan menurutku, peran media amat krusial.

Umat islam, yang bener2 islam, jelas, ikut pedoman Al Qur’an dan Sunnah sebagai ledoman hidup. Jelas hanya 2 ya. Nalar dan perasaan manusia tidak masuk pedoman. Masalahnya, banyak pula yang masih beragama atas dasar enak gak enak,  feeling, kira2 cocok sama dia atau nggak. Lalu ada pula yang paling kontradiktif, yaitu para pembangkang, kafirun, yang jelas-jelas menolak panduan kebenaran yang sumbernya dari Al Qur'an san Sunnah tersebut. Dalihnya, "jangan sok bener sendiri, jangan sombong ngaku paling bener, islam gak ngajarin sombong" daan macam-macam. Semuanya hanya soal fanatisme dan gengsi. Mereke yang berannggapan seperti itu miriplah seperti babi yang hanya melihat keburukan, mengorek-ngorek kotoran dari seseorang untuk dicecar kesalahannya. Logikanya, kalau Rasulullah gak yakin kalau Islam adalah paling benar, dan ikutin kata orang2 jahiliyah saat itu, Rasulullah tetap jalanin dakwah secara terang-terangan apa berhenti? Buktinya jalan terus kan? Itu bukti yakin!!!

Maka, kukatakan pada kalian yang masih saja menarik-narik, menahan-nahan, apalagi mengjalang-halangi jalan dakwah, dengan berbagai "nasehat bijak kalian, maaf, kami jalan duluan. Kalau gak mau ikut barisan para pejuang yamg ambil jalan Rasulullah, yaa mending gausah ikut campur, sekalipun bentuknya nasehat agar tidak terlalu kebablasan menurut logikamu. Lu selalu ingat orasi membara aksi 411 dari salah seorang orator : Keberanian tidak akan mempercepat ajal. Ketakutan tidak akan memperlambat ajal.

Jadi, kalau mau jalan bersama, mari merapat dan saling mengikat mengingatkan, saling mengajak dalam kebaikan di jalan Allah. Kalaupun tidak, tidak masalah. Kuyakin Allah akan gantikan mereka yang masih ragu, dengan orang2 pilihan yang siap berjuang bersama dalam rangka pemenangan dakwah. Tiada takut pada penilaian manusia.  Hanya takut kepada Allah dan hanya mencari ridho Allah.

Tegasnya, jihad itu bukan takut ditinggalkan manusia, tapi takut ditinggalkan Allah. 

27.8.17

Lunch break

Knowing each other is something that needs effort. The effort in so many ways to lighten up the sense. The knowing-phase-relationship sense (i dont know how to explain it correctly but yeah i dont expect anyone to know it too. so....). The effort that takes much time in order to feel 'owned' each other. Well, the effort it self is not a one-sided roles. The healthy one will make the role as balance as possible and it is two-sided roles. So, when things go wrong, instead of victimize one person, it is better to have equal rights for both side.

I see the effort is like the one who pull the trigger. You what i'm sayin' right? The one who initiate the obligation in his/her busy day. The one who 'Release the Kraken' first. It is also how it is done in the beginning. Let me give you an example. I see that keeping communication well is one of the essential part of the efforts. It is like a vitamin to keep the positive energy. What is more exciting than receiving a text from someone who ask your day? Even you don't ask him/her to send it but it is the real vitamin that may significantly boost your energy. Or, somebody who really wants to know you better than anyone questioning your personality, your hobbies, your day, your families, even your pet.

If you are a man, do it to everyone you loves although you are that one-sided-guy. Make sure you don't reveal that you are hoping the same treatment. Repeat that then sleep tight.

12.7.17

Babi Air


Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata,


ومن الناس من طبعه طبع خنزير
يمر بالطيبات فلا يلوى عليها
فإذا قام الإنسان عن رجيعه قمه


Dan diantara manusia ada yang tabiatnya seperti tabiat babi.
Dia melewati rizki yang baik-baik tapi tidak mau mendekatinya.
Justru jika ada manusia yang meninggalkan kotorannya (selesai buang hajat),
dilahapnya kotoran itu sampai habis.


وهكذا كثير من الناس يسمع منك ويرى من المحاسن أضعاف أضعاف المساوئ
فلا يحفظها ولا ينقلها ولا تناسبه
فإذا رأى سقطة أو كلمة عوراء وجد بغيته وما يناسبها فجعلها فاكهته ونقله


Demikianlah kebanyakan orang, mereka mendengar dan melihat banyak kebaikanmu
yang berlipat-lipat dibandingkan kejelekanmu, tapi dia
tidak mengingat dan memperdulikannya


Tapi, bila dia melihat kesalahan atau ucapan yang keliru,
seakan-akan dia telah mendapati apa yang dicarinya, lalu
dijadikannya sebagai buah santapannya dan menyebarkannya.



[Madarijus-Salikiin 1/695]




Babi kah kita ?


***

Hipocrates dari Yunani bilang "You are what you eat". Makanan yang dimakan adalah cerminan diri. Saya setuju sih. Jauh-jauh hari di Islam juga ngajari bahwa apa yang dikonsumsi seseorang akan membentuk karakter dan bahkan berdampak terhadap spiritual seperti terkabulnya doa. Doa yang dipanjatkan kepada Allah Swt oleh seseorang, meskipun sungguh-sungguh, tapi kalau orang itu memilih makanan, minuman, pakaian, dan pemenuhan kebutuhan dengan cara-cara yang haram maka doanya ditolak oleh yang maha pemberi (HR. Muslim). Itu soal doa.

Nah sekarang ada lagi soal gizi. Proses makan ini sebenermya merupakan proses yang riweuh. Gak cuma sebagai sumber energi untuk beraktivitas, tapi juga berpengaruh sama perilaku, suasana hati, dan kepribadian. Prinsipnya sih makan itu proses pemindahan energi dari dari makanan yang kita makan ke mahluk lainnya which is dalam hal manusia sebagai konsumennya, berarti mindahi 'energi' ke tubuh manusia.


***



Ini ada contoh paling nyata kalau makanan itu berpengatuh sama perilaku. 

Makanan yang meningkatkan gula darah akan berpengaruh terhadap suasana hati. Kambing karakternya lembut gak lepas dari pengaruh makannya sebagai hewan pemakan tumbuhan atau herbivora. Coba bandingkan sama singa atau harimau, hewan-hewan pemakan daging atau karnivora bertempramen keras, ganas, dan cenderung individual? Maka karakter-karakter itulah yang akan sedikit demi sedikit masuk ke dalam manusia pengkonsumsinya. Lha makan daging kan ada sebagian darah yang masuk ikut mengalir ke darah manusia walaupun sedikiittt.


Yang lebih jelek lagi contohnya babi. Hewan pemalas yang termasuk pemakan segala termasuk kotorannya sendiri. Makanya karakter babi iyuuuh banget, pemales dan juga pelaku seks bebas. Jorok lah. 

Sekarang contoh yang baik dikonsumsi. Lebah deh misalnya. Lebah cuma makan makanan terbaik yaitu saripati bunga (nektar) dan lebah junga menghasilkan produk terbaik yaitu madu yang amat bermanfaat bagi kehidupan. Bisa diliat karakternya si lebah yang berhubungan pola makannya. Lebah itu serangga yang rajin, pekerja keras, tertib hukum (konstitusional), profesional (ada pemisahan tugas), pembela kehormatan diri, dan jenis hewan yang tidak menganut seks bebas.

Sapi. Herbivora yang hampir semua tubuhnya bermanfaat. Daging, susu, ekor, tulang, ati, bahkan sampai kulit bisa dibuat beduk masjid. Karakter orang yang senang daging sapi biasanya orang berjiwa sosial banget. Khairunnas anfauhum linnas. Pengennya ngasih manfaat terus buat sekitarnya.

Kalau bahas manusia yang tergolong omnivora, pengaruh makanan pada manusia pun sama. Untuk mencegah hal-hal yang jelek yang diwariskan oleh makanan, dalam islam ada larangan mengkonsumsi makanan yang diharamkan alasannya sama karena makanan yang haram akan berpengaruh buruk pada tubuh, berpengaruh terhadap perilaku bahkan karakter.


***

(bersambung)

12.4.17

2:144





قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya"

Curhat Rasulullah cuma nengok ke langit.

***

Salah satu kenikmatan berdoa yang sudah jarang sekali saya lakukan akhir-akhir ini adalah lewat tulisan di blog underground ini. Dan beragam nikmat Allah yang terasa akhir-akhir ini saya yakini hasil dari ratusan tulisan yang pernah saya buat di sini. Seperti curhat Rasulullah, saya juga terlalu malu untuk meminta sama Allah, tapi dengan rahmat-Nya, Allah mengijabah tipe doa malu-malu ini.

Dan saat ini pula, saya terlalu malu untuk bilang masalah saya. Malu campur sedih. Masalah saya tidaklah lebih besar dari muslimin seusia saya di Suriah, di Palestina, di Rohingya, di Mosul, di Yaman, di berbagai sudut bumi yang didzolimi oleh penguasa-penguasa. Masalah saya ini terlalu kecil untuk terus menerus diratapi dan 'maksa' Allah buat mengijabah doa-doa saya secepatnya, seperti tergesa-gesa. Allahummansuril ikhwananal muslimiina fii Filistin, wa fii Syam, wa fii Rohingya, wa fii Yaman, wa fii kulli makan.

Selain malu karena masalahnya hal sepele. Pun malu karena tumpukkan dosa yang gak sebanding sama permintaan yang ini itu. Tapi kata Allah kan wama indallahi 'abdibi.. "Aku gimana prasangka hamba-Ku". Jadi saya optimis aja dan husnudzon aja terus kalau Allah sayang, cuma emang sayanya aja yang harus ekstra nurut dan jauhin apa-apa yang diharamin.

***

Masalah saya itu.. itu Ya Allah. 
Sudah saatnya bagi saya untuk... ya itu Ya Allah.
Dengan cara yang Engkau ridhai Ya Allah.
Saya percaya keajaibanMu Ya Rabb.


***

Alhamdulillaahi 'ala ni'matil iimaan
Alhamdulillaahi 'ala ni'matil islam
Alhamdulillaahi 'ala ni'matil Qur'an
Alhamdulillaahi 'ala ni'matil hidayah
Alhamdulillaahi 'ala ni'matil ukhuwah
Alhamdulillaahi 'ala ni'matil taubah

***

Ya Wadud, 2017 ini..
Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu Ya Rabb
Aamiiin

29.1.17

Pendirian

And here we go. 

Menikah. Di luar ilmu saya yang masih dangkal tentang ini, di tulisan ini saya hanya ingin ‘menulis’. Terlepas benar atau salah, kalau ada pembaca yang diam-diam membaca ini dan menemukan saya salah, tegur saya.

Saya pemegang madzhab menikah tanpa pacaran yang totalitas. Maksudnya totalitas, sekedar ngechat-ngechat yang basa basi saja saya usahakan jauhi kalau tidak penting-penting amat. Apalagi ngedate-ngedate. Iya saya pernah seperti itu dulu. Du-lu. Walaupun ada saja yang melihat seseorang dari masa lalunya, itu hak mereka. But anyway, thanks for caring. I have my own life. Mau dikata orang saya terlalu idealis dan kolot, saya pegang itu. Kalau ditanya bagaimana caranya, f yeah.. saya juga tidak tahu. Haha. Kenapa bisa yakin? Saya serahkan sama Yang Maha Tahu. Mungkin kebanyakan pemegang jalur ini ‘menderita’ kengiluan yang sama. How to get close to my ‘target’? I feel you, bro.

Saya berani jamin, orang-orang tipe ini agak nekad, kepedean dengan menaruh keyakinan penuh pada Sang Pemilik hati manusia-manusia sejagad perjodohan. Yakin bahwa dirinya akan digiring melalui tahapan-tahapan ajaib dan hasil yang tiba-tiba muncul min haisu laa yahtasib, tidak pernah diduga-duga.

Ada malam-malam yang kamu rasakan begitu sendiri. Perfectly lonely. Bukankah ada teman-temanmu? Ke mana mereka? Atau kamu tidak memiliki lingkaran pertemanan? Oh ternyata bukan itu. Kamu berusaha menghargai teman-temanmu yang juga merasakan sendiri itu tapi mereka memilih untuk menebus kesendirian mereka bersama ‘target’ mereka masing-masing. Pacarnya, cemewewnya, atau yang sudah khitbah, ya sama tunangannya, dan lain-lain sebutannya. Tetapi maksud Allah memberikan malam-malam sepi itu padamu adalah agar kamu lebih dekat dengan keluargamu, ayah ibumu. Karena setelah malam-malam sepi itu dicabut dengan kehadiran pasanganmu, belum tentulah perhatianmu akan banyak pada orangtuamu.

Ada menit-menit yang kamu habiskan dalam kebingungan dan kegelisahan. Meracau dengan pertanyaan-pertanyaan retorikal tentang bagaimana kamu bisa mengenalnya, bagaimana bisa menumbuhkan rasa nyaman dan cinta pada perempuan yang memikat hatimu. Tetapi maksud Allah memberikan kebingunan itu padamu adalah supaya kamu mencari ilmu lebih banyak, mencari tahu cara mengenal dia dengan cara yang diridhoi oleh-Nya.

Ada detik-detik yang kamu rasa bahwa itu adalah titik keputus-asaan untuk menggadaikan pendirianmu selama ini untuk tidak mencoba basa-basi bersama lawan jenis yang memikat hati. Bukan hilang keberanian, tapi ini ujian kehebatan menghadang gejolak-gejolak nafsu sebelum saatnya. Kamu tidak bisa memaksakan pendirianmu pada orang lain yang kamu anggap dekat, tetapi kamu bisa merengek dalam sujudmu untuk menanamkan keyakinan yang sama pada seseorang yang entah di mana adanya yang telah dipastikan berjodoh denganmu. Pasti.
Ada masa-masa keyakinan ini goyah.
Ada desir-desir penggoyah iman.
Kapan bisa mencintai jika tidak memulai?
Sampai kemudian keyakinan ini kembali kuat dengan sebuah pertanyaan.
Sejak kapan kemuliaan cinta dapat diraih dengan bermaksiat kepada Allah?

Biarkanlah Allah yang menumbuhkan rasa dalam dada masing-masing.

Dan kalaulah pernah ada rasa sebelumnya dan berat untuk mengikhlaskannya, itu karena kamu mencintai sebelum saatnya. 

***

Dan jika mengikhlaskan itu amatlah berat, wallahi, jangan pernah berhenti meminta padaNya satu hal. Ya Allah, cabutlah rasa cinta, rindu, kasih, dan segala bentuk rasa yang tertanam padanya. Cabutlah sampai ke akar-akarnya. 

Namun, jika ini adalah salah satu nikmat cinta karena-Mu, yang Engkau tanamkan terus, yang Engkau rawat terus meskipun pemiliknya mencoba melupakannya, maka berilah kami kesabaran menghadapi waktu-waktu sendiri kami. Berilah kami kenikmatan menderita semata-mata menggugurkan dosa-dosa kami sebelumnya. Berilah kami kabar gembira di ujung sana.

16.9.16

#Couplegoals


Oke sori ya kalo judulnya bikin baper but that’s not my point. Bukan maksud kuring. Saya cuma mengamati kejadian-kejadian, fenomena-fenomena yang ada saat ini dan tanpa disadari bisa membawa negara ini pada keterpurukan. Introduksinya serem banget sih cuy. Oke saya perhalus : bisa membawa negara ini pada kemunduran dan ke-moonwalk-an. Moonwalk ke jurang.

“Duh atuhlah… anak-anak jaman sekarang teh drama banget ya..” kata seorang teman di grup whatsapp memulai topik : fenomena kehidupan anak muda jaman edan ini.

***

Pernah denger @awkarin? Atau kamu termasuk yang follow dia? Seleb instagram yang ngehits gara-gara kisah hidupnya yang amatlah sinteron. Awalnya dia bukan orang yang dikenal. Sama lah kayak kita makan nasi tiap hari dan followers IG gak nambah-nambah meski sudah coba makan pizza lalu dipos di sana. Tapi, dengan kekuatan ‘drama’ dan haru birunya, dia mulai dikenal seantero negeri instagram kidul. Kenapa bisa terkenal dan terus menerus nambah followersnya? Karena banyak orang yang ‘drama’-nya seperti dia. Saya tidak mau mengartikan sifat drama ini sebagai sesuatu yang positif ya.

Semenjak blow up media tentang si awkarin ini, sekarang mulai bermunculan nih orang-orang baru yang jadi sorotan juga karena masalah “cinta”. Lebih spesifik lagi “cinta remaja”. Makin spesifik lagi “cinta remaja drama jaman edan”.

Si @awkarin ini punya competitor namanya @rachelvennya. Dua-duanya perempuan cantik dan itu hal wajar mereka jadi mudah terkenal dan followers sampai ada huruf K diujungnya. Kesamaan mereka yang dikagumi para remaja masa kini yaitu suka ngumbar foto-foto mesra sama pacarnya. Bukan mesra sih kata saya, lebih ke zina. Karena status mereka belum menikah. Justru kelewatan karena menganggap biasa percampuran antara laki-laki dan perempuan di luar pernikahan. Sampai sini ada yang gak setuju sama pendapat saya? Ini kalau teman-teman sekalian masih paham beragama dan berakhlak baik.

Oke lanjut. Singkat cerita, kedua selebgram ini putus. Followers mereka nanggepinnya berbeda. Si awkarin, kondisinya pacaran baru 5 bulan. Tiap bulan dirayain berlebihan. Tapi ketika putus, cara bicara dan captionnya agak keterlaluan dan kacau sih. Somehow jarang ada sensor. Dia cerita sudah ngapain aja sama mantannya. Lalu apa coba reaksi follower-followernya? Ada yang nyukurin dia, tapi banyak juga yang ikutan sedih. Gilee rasa empatinya tinggi juga ya. Ada juga yang nganggap si awkarin ini keren, coba. What the f* is wrong with you people?? Bahkan tidak sedikit yang mencantumkan hestek #couplegoals. Tau makna #couplegoals? Itu adalah tujuan-tujuan yang dianggap harus dicapai oleh mereka-mereka ketika berpacaran. Dan ketika mereka sudah mencapai pengalaman serupa sama si selebgram, mereka bisa pamer dan menganggap diri mereka keren. Naudzubillah.

Soal yang namanya @rachelvennya, menurut saya sama saja meskipun kasusnya berbeda.  Dia pacaran, pernah ngasih motor mahal ke pacarnya, liburan ke Bali, sama juga ngumbar-ngumbar foto ‘mesra’ versi mereka, dan satu waktu dilamar ala-ala serial TV amrik yang judulnya The Proposal. Dan lagi-lagi, hampir tiap kelakuan mereka juga ditiru sama followersnya dan mencantumkan hestek #couplegoals (semacam visi para pasangan). Duh.

Singkat cerita, si Rachel ini diselingkuhin, lalu foto-foto dia sama pacarnya dihapus-hapusin. (Tuh kurang sinetron apa lagi?). Ternyata menurut cerita di instagramnya, pacarnya si Rachel ini selingkuh karena menghamili perempuan lain, which is di luar nikah. Pacarnya si Rachel ini lantas open mic, klarifikasi di instagramnya. Reaksi para followersnya? Ada yang nyemangatin, ada yang ngedukung, ada yang mengomentari dengan kalimat-kalimat bijak. Begini. Ketika orang zina, (maaf) having sex di luar nikah, es cendol dikalapaan, gundal gendol euweuh bapaan, kok malah didukung? Kebayang gak kalau orang-orang macam begini makin banyak? Kejadiannya makin banyak? Coba pandang ini dari sisi agama dan akhlak teman-teman yang pernah diajari ayah ibu sewaktu kecil untuk selalu menjaga diri.

Oke kasusnya mulai njelimet. Buat yang bertanya-tanya kenapa saya bisa tahu? Pertama info dari teman. Kedua, jadi bahan pembelajaran, studi kasus gimana nanti kalau saya punya anak remaja yang hidup di masa seperti sekarang ini. Gimana nanti kalau saya punya teman, saudara, keluarga remaja yang hidup di masa-masa berat menggenggam erat agama kayak sekarang ini. At least saya bisa mikirin caranya biar anak-anak saya nanti gak kayak gitu.

Sedih sih kadang. Orang-orang begini yang dibilang ‘keren’, ‘gaul’, ‘eksis’, ‘ngehits’, dan dijadiin role model, uswatun hasanah, panutan adek-adek SD, SMP, SMA yang baru mengenal cinta monyet sampai pacaran. Dikit-dikit #couplegoals, #lifegoals, dan segala goals, tujuan, milestone yang harus dicapai menurut mereka. Upload foto kissing sampai dilikes puluhan ribu. Foto mabok, dugem, karaoke esek-esek di-love ratusan ribu. Ada apa sebenarnya dengan peradaban? Kok saya ngerasanya makhluk pra-sejarah lebih civilized, lebih beradab daripada manusia sekarang. Hal-hal tabu dan sifatnya sensual kok makin dianggap biasa dan diumbar-umbar? Menurut saya ini buruk, karena saya pakai kacamata tatakrama, hidup bermasyarakat, kesehatan, dan tentu kacamata agama.

***

Don’t make stupid people famous. Jangan bikin orang bego jadi terkenal. Karena dengan kebegoannya, kebodohannya, (yang menurutnya gak bodoh), itu bakal menular lebih cepat daripada orang bodoh yang gak terkenal. Ini contoh Vicky-nisasi tea gening. Dulunya si Vicky ini terkenal nipu saskia gotik, sekarang jadi host acara lawak gak jelas dengan bayaran tinggi. Yang dilihat masyarakat kan gaji dia tinggi = sukses = terkenal = hidup enak = aku pengen kayak artis-artis seperti mereka, biarin agak gak beradab juga tapi banyak duit, dan diterima masyarakat. Dalih mereka adalah “dengan menghibur masyarakat, dirinya merasa bermanfaat bagi sesama.” Salah kaprah nih. Kalau mudorot yang dikasih dari profesinya sebagai artis lebih besar daripada menebar manfaat, ya gak jadi orang yang bermanfaat bagi sesama dong.

***

Intinya, gak ada #couplegoals sebelum halal, sebelum ijab Kabul. Itu doang apa susahnya toh (kata ustad, lain kata urang). Yang bikin susah kan resepsi dan budaya. Mending ganti goals-goals kita, visi-visi dan apa-apa yang pengen kita capai itu dengan prestasi, kematangan pikiran, kedewasaan sikap, dan hal-hal positif lah.


Ini mah supaya membuka mata teman-teman terdekat, saudara, keluarga, supaya melek juga sama perubahan-perubahan yang gak kerasa macam gini. Fenomena ini bisa saja meluas kalau kita diam saja. Kalau sudah tanggung meluas, dan dianggap lumrah, dianggap bener, dan kita dianggap orang aneh sendiri, orang yang salah, maka lebih baik menjadi orang aneh yang dikucilkan dengan memegang teguh prinsip, agama, dan hidup beradab. Allah gak buta dan gak tuli kok. Pasti tau kalau kejadian-kejadian ini banyak terjadi di antara remaja-remaja di negeri ini. Kalau sudah ditentukan waktunya, sedangkan kita termasuk orang-orang gak kuat pegangan sama agama, barulah kita jadi orang rugi. So please my dearest friends, saling tolong menolonglah dalam berbuat kebaikan, dalam menyebarkan kebaikan. Supaya iman terus di level tinggi. Supaya gak mudah goyah. Love you.

Harga dari Rasa Syukur

Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...