12.5.18

Ketidakmampuan yang dimampu-mampukan

Whatsapp is to real community as gran turismo is to real driving a car: a cheap, digital knockoff for those who can’t do better in real life.


Orang awam dan bodoh perkara bidang tertentu jangan memaksakan punya peran, atau urusan di bidang itu tidak akan ada titik temu. Problematika saat ini, orang-orang bodoh ini merasa punya power di balik sekat sunia maya, padahal tak paham-paham betul realita. Yang paham realita teraingkirkan karena the power of community yang berseberangan dengannya karena membawa banyak opini dari berbagai sudut pandang, berbagai rujukan sehingga seolah-olah benar padahal belum tentu, jika kembali pada realita. Pusing gak lo gua ngomong ape?

Ya di ruang tak kasat mata sana, banyak "power" yang terlihat nyata tapi sebetulnya hanya pelampiasan atas ketidakmampuan menghadapi realita di dunia nyata. Nanti kujelaskan alur pikiranku ini. Kasian istriku. Dia lelah, harus kutemani ketila tidur dengan pelukan dan pasang selimut hangat. 

10.5.18

Instantaneously

Tidak usah heran, mengapa di zaman ini, orang-orang ingin hasil yang serba cepat, sulit mengerti keadaan orang lain, dan mental tempe, atau kalau perlu saya tekankan, dia laki-laki, tapi emosi seperti emosi perempuan. Bukan saya mengatakan perempuan punya mental tempe, tapi laki-laki yang porsi pemakaian perasaannya terlalu banyak daripada pemakaian logika, terutama ketika dia dihadapkan pada sebuah masalah.

Sekarang ini manusia terbiasa instant. Saat orang dulu perlu puluhan percobaan meracik bumbu masak, perlu ribuan jam menjadi koki, sekarang hitungan menit orang sudah bisa membuat masakan setara koki profesional dengan rasa yang tidak jauh berbeda. Saat orang dulu perlu mendatangi puluhan guru, merantau ribuan kilometer, dan ribuan jam untuk menjadi seorang cendekiawan, sekarang hitungan menit orang sudah bisa mendapatkan berbagai ilmu setara Ensiklopedia. Saat orang dulu perlu ribuan kegagalan sebelum mencapai keberhasilan, sekarang orang enggan merasa gagal, ingin langsung berhasil, ingin segala sesuatunya mulus, segala sesuatunya sesuai dengan keinginan pribadinya. Karena sulit sekali mencari orang-orang yang betul-betul rela gagal demi kemaslahatan umat.

***

Sudah cukuplah ini semua menjadi pelajaran. Bahwa hubungan yang bukan didasari atas iman, hanya akan berujung kekecewaan. Sudah cukup banyak tahu saya ini. Dan hubungan di wadah organisasi ini sudah bukan tipeku. Mau dipertahankan sepanjang apapun kalau tidak ada keinginan mengubahnya, pergaulan ini seolah hanya buang-buang waktu saja. Buang-buang waktu yang perlahan menjauhkan diri dari kebaikan. Pelan-pelan. Terasa sekali. Mulai dari hilangnya waktu untuk menuntut ilmu, hingga waktu-waktu yang habis dengan urusan-urusan yang tidak ada manfaatnya.

***

Kemarin itu, kalaulah saya tidak tau hadist anjuran berwudhu ketika marah, mungkin sudah berisik isi rumah dengan teriakan kata-kata yang buruk bunyinya.

***

Saya mengerti sekarang, kenapa banyak orang yang sekarang hidup layak, punya ilmu, punya skill untuk mengubah kondisi negara dari level grass-root, sedikit berurusan dengan masyarakat, terutama di level bawah. Bukan karena mereka melihat strata sosial mereka atau background pendidikan, itu tidak manusiawi rasanya. Tapi, bisa jadi karena masyarakat di situ kufur ni'mat, tidak tahu diri, atau bodo katotoloyoh kalau kata orang sunda.

Sedikit spoiler bagi kamu yang punya niatan untuk terjun di ranah sosial dan berkeinginan berjuang mendermakan ilmu, tenaga, waktu, juga pikiran di lingkup tersebut. Saya tidak akan ceritakan manisnya, karena itu bonus saja kalau kita punya resistansi, ketahanan akan hal-hal berikut ini. 

Pertama, kau akan temui beberapa orang tipe banyak omong, berkata-kata anjing, anying, nada bicara seperti orang tidak terdidik, dan tidak ada keinginan sedikitpun darimu untuk menjadikannya teman dekat. Kau harus tahan, lalu ubah pelan-pelan. Kalau masih saja seperti itu, pilihannya ada pada dirimu. Tinggalkan atau kau terbawa. 

Kedua, kau akan temui beberapa orang tipe fake friends. Kalau backgroundmu berbekal ilmu agama yang cukup banyak, pasti mengerti bagaimana mencari teman seperjuangan, yang mau diajak pada kebaikan, dan dari raut wajahnya, kamu temukan ketenangan. Tapi, kalau memang mau betul-betul berjuang dalam dakwah, coba masuklah ke segmen ini, segmen dimana banyak sekali ditemui tanda kepalsuan. Muslim yang membaca buku panduan yaitu Al-Qur'an, pasti tau cirinya and how to deal with them. Ada di Q.S. Al Munaafiqun. Lho bukan saya yang ngomong kok, Allah yang ngomong. Kalau Rasulullah yang ngomong, ini. Sabda Nabi, ada 3 cirinya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم – قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ


Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)

Cukup banyak janji yang dicancel mendadak. Cukup banyak janji menghadiri yang dilabrak. Cukup banyak alasan "ketiduran" yang berarti melewatkan shalat subuh. Cukup sudah tugas dan  posisi tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Cukup sudah dalih "sakit gak enak badan" menjadi untaian kalimat untuk berpaling dari ajakan. Kalaulah itu benar, saya selalu doakan kesembuhan. Kalaulah itu sebuah kebohongan yang disembunyikan dalam lubuk hati, saya berlepas diri dan semoga Allah beri hidayah. Cukup. Kalau merasa seperti itu, harusnya banyak istighfar. Termasuk saya pun jika ada kesalahan. Apakah dalam diri kita ada ciri-ciri seperti itu? Naudzubillahimindzalik. Harus berhati-hati memang. Saya sendiri bekalnya kurang sekali, makanya merasa terseret dari jalur yang benar karena di circle itu, tidak ada wingman, partner yang sekufu dengan saya. Sepadan keburukannya maksud saya. Karena saya sadar saya belum baik, maka masih perlu orang yang juga sadar dirinya buruk, lalu bersama-sama mengingatkan kebaikan. Ini tidak. Bahkan untuk membersihkan diri di masjid saja, di nanti-nanti. Sadar di tengah jalan lebih baik dari pada di ujung jalan. Sudah cukup saya melihat tanda komitmen seseorang itu dari komitmennya pada Rabb-nya. Kalau dia serius sama Rabb-nya, dia serius pada manusia. Cukup satu ciri saja, dan saya belum menemukan yang betul-betul seperti itu, termasuk diri sendiri.

Ketiga, kau akan temui beberapa orang tipe instant-kabul. Di pikiran mereka, hal-hal yang menjadi keinginannya, cita-citanya, bahkan cita-cita bersama saja, ingin terkabul cepat-cepat, instant kabul pokoknya. Tidak ada sama sekali rasa ingin berjuang. Setidaknya berjuang mengubah nasib diri sendiri saja dulu. Ini mah, loyo. Perjuangan di dunia saja loyo apalagi perjuangan menggapai tujuan akhir yang tidak mereka yakini sepenuhnya, yaitu surga. Akan lain jadinya kalau kita diiringi oleh orang-orang yang juga menyakini tujuan akhir tersebut. Perjuangan pasti tidak sendiri. Soal cara berjuang, saya tidak idealis. Saya mau beradaptasi dengan berbagai cara. Tapi soal tujuan akhir, saya idealis.

Keempat, kau akan temui beberapa orang tipe haters. Mereka yang tidak suka dirimu, tidak suka cara kerjamu, atau keduanya, akan terus merongrong di belakangmu. Mereka seolah ingin segala keluh kesahnya diketahui olehmu dan menyindirmu dengan perkataan mereka. Saran saya, tutp saja negative vibes mereka, tapi teladani akhlak Rasulullah yang tetap ramah kalau tidak sengaja berjumpa. Karena, sifat mereka seperti yang ditulis di surat Al Muthaffifiin ayat 30-32. Dan ada pula tipe seperti Q. S. At Taubah : 58. Harus peka, terlebih kalau mereka ada di barisanmu.

Kelima, kau akan temui beberapa orang tipe habis manis sepah dibuang-ers. Kau harus kuat dicampakkan dan ditinggalkan orang-orang yang dulu pernah kau bantu urusannya. Tidak perlu dituliskan apa saja perjuanganmu dan kekecewaanmu karena hal itu bisa menghapus amalmu. Kuatkan doa.

***

Menggaungkan perubahan perlu bekal pengetahuan dari mana mulai dan ke arah mana perubahan itu dituju. Jika menginginkan perubahan nasib diri sendiri dari miskin menjadi kaya, banyak cara. Ada yang diridhoi Allah, ada yang tidak. Silakan pilih tapi saya hanya menyampaikan pesan bahwa sebaik-baik pilihan adalah yang pertama. Jika perubahan yang diinginkan adalah kualitas hidup khalayak banyak, harus banyak pula yang terlibat. Perubahan akhlak terutama. Karena dari sanalah gaya hidup sehari-hari terbentuk. Disiplin, rajin, amanah, jujur, dan semua softskill untuk menggapai kesuksesan berawal dari akhlak pribadi. Soal darimana titik awal perubahan, saya yakin ada di masjid. Dan saat ini, saya hanya belum menemukan wingman-wingman yang menguatkan cita-cita ini. Mungkin nanti ada yang lebih handal merealisasikan konsep ini di wilayah ini.

***

Istri saya tak jadi cek USG kehamilannya karena workload di kantornya yang cukup menyita pekerjaan. Berdampak tentunya. Terutama saran dokter, atau mungkin ada resep dokter untuk ibu hamil selama berpuasa ramadhan. Belum lagi bumbu-bumbu lainnya.

***

Kamar saya penuh dengan baju bekas. Lebih dari 8 karung besar isinya. Tempo hari baru angkut dari kantor pos keamanan yang tidak jelas statusnya. Aparat setempat dijapri panjang hanya di-read saja. Enak gak digituin? Siangnya dikata anjing sama anggota sendiri yang dia kira saya gak tau apa. Lalu malamnya dia datang. Main HP. Menonton saya, seorang senior dan beberapa perempuan angkut barang. Laki apa banci? Belum lagi pesan WA yang isinya hanya surat perintah. Apakah selama ini kita berurusan hanya sekedar perintah dan perintah? Apakah hanya berisi mohon memohon lalu yang memohon hanya menginstruksikan? Mohon maaf jika saya dituntut untuk memahami posisi para atasan, setidaknya atasan pun harus mengerti bawahan. Apalagi kalau disana tidak ada atasan bawahan. Layakkah seperti itu?

***

Setelah path, twitter, kini giliran instagram saya uninstall. Berikutnya, giliran pertemanan yang memberi influence negatif yang saya uninstall. Berteman memang tidak usah lihat paras, tidak perlu lihat status, lihat kasta, tidak, tapi saya disuruh lihat akhlaknya. Kata siapa? Kata Nabi Muhammad. 





Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; dan Ahmad, 2:344. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)

Teman yang shalih punya pengaruh untuk menguatkan iman dan terus istiqamah karena kita akan terpengaruh dengan kelakuan baiknya hingga semangat untuk beramal. Sebagaimana kata pepatah Arab,

الصَّاحِبُ سَاحِبٌ

“Yang namanya sahabat bisa menarik (mempengaruhi).”


Nah saya sudah melihat cukup banyak ketidakserasian akhlak ini. Either i'm not good enough or they aren't. Tau diri saja. Saya tau diri, maka saya cukupkan saja. Posisi ini hanya untuk orang yang punya waktu luang banyak, yang selalu ada di setiap tugas, selalu perhatian pada warga masyarakat seluruhnya, selalu memberikan kabar baik, selalu bisa memberi kesenangan, hiburan, dan liburan. Bukan saya, yang semata-mata mengajak ke arah lebih baik. Bukan saya yang cita-citanya dianggap terlalu jauh, mengkhayal, nisbi, nir-konkrit. Bukan saya yang terbatas ilmunya. Saatnya saya mencari kawanan yang bisa mempengaruhi kehidupan saya lebih bahagia, which are those who believe that changes & growth start from masjid, those who believe that by chasing akhira, they will gain dunya simultaneously. 

7.5.18

Anger Management




Ada kelompok manusia yang marah ketika tim sepakbola andalannya dihina. Ada kelompok manusia yang marah ketika dirinya direndahkan. Ada kelompok manusia yang marah ketika kepentingannya dicurangi. Manusiawi memang.. tapi itu bukan dalih permisif yang melegalkan marah dan berbuat seenaknya sebagai luapan kemarahan. 

Balik lagi deh sama guide book yang saya pake.  Al Qur’an, surah Ali Imran 134, yang artinya gini, “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran [3]: 134)”. 

Nah jelas ya, saya gak butuh marah sebagai luapan emosi seperti orang-orang bilang "lo harus luapin kemarahan lo biar plong". Ya ini pilihan saya. Mau dikata saya orangnya terlalu memendam, kurang terbuka, ya terserah, namanya juga pilihan. Kalau kesel-kesel dikit mungkin ada sekilas tapi saya gak ambil pusing. 

Salah satunya saya menghindar dari marah, dari kesal, dari hal-hal yang nguras pikiran seperti itu, ya menghindar saja dari sumbernya. Menghindar dari sumber yang membuat amarah berbeda dengan menghindar dari masalah. Masalah harus dihadapi, amarah harus dihindari. 

Oke sampai sini dulu. Mau makan. 

***

Santai aja. 

Saya sedang belajar marah untuk hal lain. Belajar peka lebih tepatnyat. Peka untuk marah. Marah ketika agama, kepercayaan, way of life, cara hidup yang saya jalani dihina. Marah ketika idola hidup diolok-olok. Marah ketika kitab petunjuk hidup dinistakan. Marah ketika saudara seiman diperlakukan seperti serangga. Marah itu yang saya butuh. Dengan marah, ada  perasaan ingin membela kan? Dan jelas siapa dan apa yang ingin saya bela. 

Obrolan selentingan di sebelah sana baik dunia maya atau dunia nyata bukan fokus utama saya. Mohon maaf saja bagi haters. Sayang banget haters saya masih dikit. Belum bisa nyaingin orang2 saleh. Nabi Muhammad saja waktu di Thaif sampai dilempari batu. Nabi Musa dikejar presiden dan paspampres. Kalau saya, yang bari dikatain di belakang saja sudqh pundung dan bermental tahu, malu lah. Siapa gue? Ye gak? 

Mindset bahwa urusan sesama manusia akan ada perhitungannya di akherat kelak, saya pegang terus. Saya percaya kalau apa yang kita perbuat pada orang lain, baik buruknya akan saling berbalasan di yaumul hisab nanti. Biarlah saya lelah dengan semua perkataan, tidak akan saya masukkan ke hati, bahkan menjadi transfer pahala. Rugi kalau saya balas. Transferan itu akan lenyap dan tidak akan membedakan saya dengan mereka. Kalau jalan dakwah itu mudah, gak banyak musuh, mungkin saya salah jalan. 

***

Akhir-akhir ini saya kurang fokus. Karena fokus utama ada keluarga kecil yang sedang saya bangun fondasinya. Saya ingin bisa menemani istri ketika lelahnya, atau sekedar membantu pekerjaan rumah yang menurut ia pahala bagi suaminya. Ruh yang ada dalam rahim, titipan Allah itu, saya ingin menemani tumbuh kembangnya. Suatu kebanggaan. 

Orang lain tidak akan paham perasaan ini karena yang menilai saya hanya dzohirnya, yang kelihatannya saja. Tapi biarlah. Memang yang punya hak menilai semua tentang saya hanya Allah. 

Seandainya saja, amarah-amarah mereka itu atas dasar membela agama, amar mama'runahi munkar, mungkin tidak perlu seperti itu, karena sejatinya kita berjalan pada jalan yang sama. Namun, itupun setelah kita tau sama tau, bahwa saya dan mereka berada dalam satu barisan, satu shaff. Shaff perjuangan dan shaff shalat. Kalau shaff shalat kita sudah bersama, hal lain biar Allah yang menyatukan. Tetapi, kalau dalam ibadah shalat ini saja kita sudah berbeda, kalian tidak pernah, mungkin memang kita berbeda niat dalam berjuang. Saya tidak marah, tapi perlu penegasan bahwa kita belum sama. Semoga Allah memneri hidayah. 

19.4.18

My Masjid My Adventure #3

Volume ke-3 ini mungkin agak singkat saja. Beberapa masjid di Jawa Barat plus Jogjakarta karena saat itu sedang kunjungan ke sana. Check this out guys... #asek






Ni inget banget nih Masjid Agung Kebumen. Waktu perjalanan ke Jogjakarta, baru sampai di kebumen jam 6 sore. Naek mobil. ampun.


Akhirnya ketemu juga Masjid Jogokariyan. Setelah selama ini hanya ngintip-ngintip instagramnya yang keren itu, akhirnya bisa juga merasakan aura masjid ini pas dzuhur waktu setempat. Emang terbaiq sih ini. Once in a lifetime, you should make time to visit this amazing masjid.


Jalan lagi menuju Pantai Indrayanti, pukul 4 sore mampir di sebuah masjid di sekitar Gunung Kidul. Ashar di sana.



Keesokan harinya, solat ashar di sebuah masjid di pusat oleh-oleh Jogjakarta. Lupa nama masjid, lupa nama jalan.









Masjid Al Khaidir, masjid komplek. Baru pindah rumah.




Ikut Aksi Bela Palestina. Subuh mampir di Masjid Agung Sunda Kelapa. Dari sana longmarch menuju monas.


Masjid BIP. Yang disayangkan dari masjid ini, akses masuknya sempit, jalan kecil. Laki perempuan berdesakkan bercampur. Bottle neck di pintu keluar wudhu. Dan saya hilang kaos kaki sebelah. Semoga manajemen BIP memperbaikinya.



Masjid di wilayah Singaparna. Singgah sejenak saat perjalanan Banjarsari-Bandung via Garut. Tak lupa beli baso tahu di depan masjidnya.


Masjid di kawasan wisata air di kota Garut. Lupa nama daerahnya.


Kalau cari masjid di kawasan Pasar Baru, masuklah ke jalan tamim, lurus, mentok belok kiri, masuk gang, belok kanan. Dah gitu aja. Bingung kan? Sama. But Allah will guide you, Bro.


Terjebak hujan waktu Ashar di masjid komplek Cilengkrang Bandung.



Basement Hotel Horison Laswi. Ada kondangan.




Wes segitu ae dulu. Perjalanan masjid panjang.

26.2.18

Teori Fisika Modern Film Interstellar




Tadi kebetulan membahas film ama temen ane dan kata temen ane salah satu film baru yg paling membingungkan adalah film Interstellar, well ane rasa film Interstellar memang agak membingungkan bagi orang umum yg tidak terlalu mengerti sains teoritis modern, tapi sebenarnya penjelasan itu film simple karena film Interstellar pada intinya membahas dilasi waktu (alias membengkoknya waktu) dan wormhole (yaitu jalan tembus antar dimensi karena membengkoknya ruang)

***

mungkin bagi kita teori dilasi waktu (time dilation) dan wormhole alias membengkoknya ruang dan waktu adalah sekedar teori di film Interstellar tapi sebenarnya tidak dilasi waktu alias membengkoknya waktu sudah terbukti kejadian real .... sedangkan untuk wormhole sendiri masih terus di selidiki karena kita masih terbentur teknologi kita yg masih belum cukup canggih untuk mengamati peristiwa ini secara langsung.. tapi klo gejala membengkoknya ruang memang sudah terbukti juga.

Gejala dilasi waktu sendiri yg paling umum terjadi ada pada satelit buatan terutama satelit GPS dimana saking cepatnya pergerakan relative satelit tersebut dengan bumi maka terjadi pergeseran waktu dimana jam di dalam satelit GPS bergerak lebih lambat dari jam stasiun di bumi, oleh sebab itu setiap hari satelit GPS selalu mengkoreksi jam nya sendiri secara otomatis agar selalu sama dengan jam stasiun kontrolnya di bumi, hal ini harus di lakukan klo tidak satelit akan error dimana jam stasiun kontrolnya di bumi berbeda dengan jam di satelitnya sendiri

Mungkin ada yg bertanya kok bisa ada terjadi pegeseran waktu atau waktu membengkok jangan2 itu cuman kesalahan alat jamnya doang, jawabanya tidak karena jam di satelit2 termasuk satelit GPS adalah jenis jam atom yg presisinya sangat tinggi dimana jam ini cuman akan eror 1 detik dalam rentang 8 milyar tahun, eror dalam jam satelit ini sendiri di sebabkan oleh kecepatan relativenya terhadap bumi begitu besar hal ini sesuai dengan konsep dilasi waktu dalam teori relativitas umum embah einstein dulu.

teori relativitas umum sendiri menjelaskan bahwa kecepatan tertinggi di alam semesta ini batasannya adalah kecepatan cahaya alias sekitar 300.000 km/detik (dibulatkan) jadi misalnya ada 2 benda bergerak pada kecepatan 200.000 km/detik saling mendekati harusnya kecepatan relative 2 benda ini menjadi 400.000 km/detik hal ini sama dengan klo terjadi tabrakan antara mobil dengan motor dimana mobil kecepatanya 100 km/jam dan motor kecepatanya 50 km/jam maka kecepatan relative tabrakan mobil dan motor hasilnya akan 150 km/jam hal ini sesuai rumus gaya newton jaman dulu ... tapi hal ini tidak berlaku bila kecepatanya mendekati kecepatan cahaya dimana bila ada 2 benda bergerak yg harusnya kecepatanya bisa menembus batasan 300.000 km/detik seperti contoh diatas. maka yg terjadi bukan kecepatan relativenya yg bertambah jadi 400.000 km/detik tapi waktunya yg melambat sehingga sampai kapan pun batasan 300.000 km/detik tersebut tidak akan di lampaui.

Dalam teorinya sendiri seandainya manusia bisa bergerak sama dengan kecepatan cahaya maka dia akan menemukan bahwa waktu akan membeku alias diam tapi untuk hal ini di perlukan energi yg gak terbatas sebagi pembalikan dari rumus E=M.C kuadratnya einstein yg terkenal, jadi karena perlu energi yg gak terbatas kita hanya mampu mendekati kecepatan cahanya bukanya menyamai atau melampauinya. satu2nya benda yg bisa menyamai kecepatan cahaya adalah photon cahaya (partikel cahaya itu sendiri), karena photon cahaya walaupun umumnya bisa dianggap seperti benda tapi dia tidak punya massa dan malah bersifat seperti gelombang bukan materi.

***

Analogi simple teori relativitas umum ini adalah dengan teori Twin paradox yaitu ada 2 anak kembar identik A (miko) dan B (miki)...dimana miko dan miki diberikan juga jam yg identik untuk mengukur waktu, baru kemudian si miko di kirim keluar angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya sedangkan B (miki) tinggal di bumi ... setelah beberapa menit si miko keluar angkasa pada kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya dan kembali lagi ke bumi maka dia menemukan saudaranya si miki sudah tua renta hal ini karena waktu bagi miko yg beberapa menit itu = bertahun2 bagi si miki yg tinggal di bumi.
Hal ini juga akan terlihat dari jam mereka yg walaupun edentik dan tidak rusak tapi waktu di jam A bergeser lebih lambat dari jam B (sama kayak kasus satelit GPS vs stasiun bumi diatas)

karena saat A bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu di sekelilingnya akan melambat sedangkan bagi si B waktu berjalan normal jadi saat A mengira dia cuman pergi beberapa menit kenyataanya waktu yg dia tempuh sudah membengkok dan bergeser lebih lambat dari waktu saudaranya si B di bumi. ini lah yg dinamakan relativitas ruang dan waktu dan menyebkan teori enstein di sebut teori relativitas. karena dalam teori itu semua raltive bahkan termasuk waktu juga.

***

Nah kembali lagi ke film Interstellar, hal yg membingungkan penonton pasti karena tokoh utamanya si Cooper umurnya tetap sedangkan anak nya maupun temanya di pesawat induk Endurance malah tambah tua. hal itu terjadi saat Cooper pergi ke planet miller (planet yg isinya air doang dan mengorbit lubang hitam Gargantua)

kan pada awalnya temanya dan bilang 1 jam di plannet miller = 7 tahun bumi dan karena di planet itu miller sempat ketahan lama karena mesin pesawatnya kemasukan air maka saat dia kembali waktu dah berjalan 23 tahun padahal bagi dia cuman beberapa jam saja di planet miller.

Hal ini ya karena seperti yg ane bilang diatas semakin cepat benda bergerak mendekati kecepatan cahaya maka semakin melambatnya waktu (dilasi waktu) nah berhubung planet miller mengorbit lubang hitam Gargantua maka kecepatan planet ini sangat tinggi (karena lubang hitam mampu menyedot benda pada kecepatan sangat tinggi bahkan cahaya pun bisa di sedotnya) oleh sebab itu bila di bandingkan ama kecepatan temannya di pesawat induk Endurance atau anaknya di bumi maka waktu Cooper di planet miller sudah membengkok jauh karena saking cepatnya itu planet bergerak memutari lubang hitam Gargantua,

hal ini sama sepeti analogi anak kembar A dan B diatas.. dan sudah di buktikan di banyak satelit atau wahana luar angkasa buatan manusia dimana semuanya mengalamai dilasi waktu .. ya walaupun gak sebesar di film Interstellar, dilasi waktu di satelit cuman sepersepluh ribu sampai sepersejuta detik saja karena kecepatan relative satelit dan bumi masih jauh di bawah kecepatan cahaya, tapi ini sudah merupakan bukti bahwa teori relativitas einstein terkait dilasi waktu (membengkoknya waktu) terbukti.

***

Sedikit catatan pergerakan yg mempengaruhi waktu ini gak selalu gerakan melingkar atau lurus, tapi semua gerakan relative apapun bentuknya asal hampir mendekati kecepatan cahaya pasti akan membuat waktu nya melambat. Tapi selain kecepatan Gravitasi pun bisa menyebabkan waktu melambat dan biasanya di sebut Gravitational time dilation dimana masa yg besar juga selain bisa membengkokan ruang bisa juga melambatkan waktu, dan percobaan yg terkenal dari hal ini adalah percobaan National Bureau of standards di Colorado dengan Royal Observatory Greenwich di England, dimana kedua tempat ini memasang jam atom yg sama persis waktunya dengan ketepatan presisinya sangat tinggi, tapi setelah di amati selama beberapa tahun ternyata jam atom di Greenwich bergerak lebih lambat dari yg di Colorado (sekitar 5 microseconds atau 0.005 detik / pertahun lebih lambat), hal ini terjadi karena jam di Greenwich lebih dekat dengan pusat gravitasi bumi dan hasilnya waktu ikut melambat karena gravitasi bisa menyebabkan ruang dan waktu membengkok

***

Nah sedangkan untuk peristiwa wormhole di film itu sendiri kita masih belum menemukan bukti kongkritnya .. wromhole sendiri teorinya adalah membengkoknya ruang sehingga kita bisa menjelajahi jarak yg jauh dalam waktu singkat, ibaratnya seperti jalan tembus atau lubang cacing yg memendekan jarak. Teori wormhole ini sudah pernah di sampaikan oleh Albert Einstein dan Nathan Rosen makanya teori wormhole dikenal juga dengan teori Einstein-Rosen Bridge.

Dalam film Interstellar, sendiri wormhole itu digambarkan saat mereka menuju ke jupiter dimana di situ ada lubang (jalan masuk wormhole) yg bisa membawa mereka ke planet di luar sistem tata surya kita dengan cepat sampai mereka menemukan planet2 lainya seperti planet miller yg berisi air dan planet es yg berada di seputaran lubang hitam Gargantua

padahal klo menjelajahi normal planet tersebut dengan perjalanan biasa bisa di tempuh selama ribuan tahun, bahkan untuk sampai ke ujung sistem tata surya saja kita perlu waktu hampir 30 tahunan lebih (hal ini di buktikan dengan wahana pioner dan voyager yg saat ini sudah berada di ujung tata surya kita padahal wahana luar nagkasa ini di luncurkan di tahun 70 an dulu) dan untuk pergi ke sistem tata surya terdekat saja (gugus alpha centauri) mungkin satelit itu perlu waktu 400 tahun lagi baru sampe dengan kecepatan seperti sekarang ini (3000 km/detik)

Tapi mungkin ada yg bertanya emang bisa ruang membengkok seperti waktu diatas ?? dan jawabanya iya, klo waktu bisa membengkok karena kecepatan yg sangat besar, maka ruang pun bisa membengkok karena masa yg sangat besar, dan hal itu bisa menciptakan wormhole atau lubang cacing atau jalan tembus atau jalan pintas ruang antara 2 tempat

Hal ini karena dulu newton mengira masa itu menyebabkan daya tarik menarik pada dua benda (teori gravitasi fisika klasik).. sedangkan hari ini kita tahu (sesuai teori fisika modern einstein) bahwa hal itu kurang tepat tapi yg lebih tepat masa membuat ruang membengkok dimana makin besar masa suatu benda maka makin besar juga ruang yg membengkok dan fenomena ini lah yg membuat benda dengan masa lebih kecil tertarik.

Analogi sederhanaya seperti meletakan bola bowling dan bola pingpong diatas bentangan kain luas dimana kain itu di ibaratkan ruang sedangkan bola bowling dan bola pingpong di ibaratkan massa, jadi karena beratnya masa bola bowling maka dia akan membuat kain semakin tertarik dan akhirnya akan membuat bola pingpong jatuh mendekat kepadanya. hal inilah yg di sebut membengkoknya ruang karena massa atau di sebut gravitasi. bumi dan matahari pun sebenarnya mengalami fenomena ini tapi ada gaya lain yg mencegah bumi terjatuh ke matahari dan ini akan ane bahas di akhir tulisan ini.

***

Pembuktian fenomena dilasi ruang (ruang yg membengkok ini) dulu pernah di coba saat terjadi gerhana matahari para ilmuwan berusaha mengamati cahaya bintang di balik matahari ... seharusnya cahaya bintang di balik matahri tidak terlihat karena terhalang matahari, tapi ternyata tidak para ilmuwan berhasil melihat cahaya bintang yg datang dari balik matahari saat gerhana.. hal ini membuktikan ruangan membengkok karena cahaya dari bintang di belakang matahari yg harusnya berjalan lurus malah membengkok.

***

Nah wormhole dan lubang hitam sendiri adalah pembengkokan ruangan yg extreme dimana bukan lagi membengkok ruanganya seperti matahari atau bintang2 neutron berat tapi tembus dan yg membuat tembus ini adalah masa gravitasi sangat besar seperti yg ada di inti lubang hitam. dalam film tesebut di gambarkan lubang hitam Gargantua lah yg menyebabkan wormhole di sekitar jupiter yg membuat Copper dan teamnya bisa berpergian jauh mengunjungi planet2 di sekitar Gargantua .

Bagi yg gak tahu lubang hitam adalah sisa dari keruntuhan bintang yg besarnya berkali2 lipat dari matahari kita karena saking besarnya massanya maka saat bintang tersebit mati seluruh atomnya runtuh karena tekanan gaya gravitasi yg sangat besar sehingga menciptakan sebuah lubang yg bisa menyedot apa saja termasuk cahaya dan mampu membengkokan dan melubangi ruang semesta sehingga terciptalah lubang cacing (wormhole) yg menebus dimensi ruang. tapi ini masih sekedar teori karena sampai saat ini kita tidak bisa melihat menembus lubang hitam dan mencari tahu dimana ujungnya (biasa ujungnya di sebut white hole kebalikan dari black hole)... tapi gejala pembengkokan ruanganya memang terjadi,

Tapi banyak ilmuwan juga berpendapat seandainya manusia selamat dan bisa masuk kedalam lubang hitam (seperti yg di lakukan copper di film itu) maka kita akan berada di dimensi lain dalam singularity sehingga kita bisa melihat potongan2 dimensi kita yg terdiri dari 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu. dalam fisika teoritis modern sendiri dimensi mungkin ada 11 (teori strings dan M-theory) sedangkan manusia dan alam semesta yg kita ketahui ini sendiri ada di ruang dimensi ke 3 dengan 1 dimensi waktu.

Makanya di film interstellar itu saat copper terhisap kedalam lubang hitam gargantua dia bisa melihat berbagai potongan kejadian anaknya dan bisa berpindah2 waktunya, tapi anaknya sendiri tidak sadar dan menganggap itu adalah fenomenan hantu (saat kejadian buku2 dan debu berjatuhan di kamarnya saat dia masih bocah) padahal itu adalah copper sendiri saat terjebak dalam lubang hitam.

(Opini tambahan pribadi : Nah menurut saya, apakah ini yang dimaksud bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu yang kita lakukan? Jika secara teori fisika modern saja ini mungkin, maka jika kamu seorang muslim yang beriman, keyakinan bahwa di akhirat nanti kita akan ditunjukkan potongan-potongan kelakuan kita selagi di dunia, itu sangat mungkin! Di bayangan saya, itu berupa rekaman potongan-potongan kehidupan, dan penghapus rekaman-rekaman buruk kita adalah dengan taubat. Yaa tapi itu hipotesa saya yang seorang tukang gambar.hehe.. Wallahua'lam)
***

Mungkin hal ini agak susah di terima nalar kita tapi seandainya kita bisa menembus dimensi kita saat ini kita akan melihat dimensi kita itu sepeti universe yg terdiri dari potongan2 waktu yg berbeda dan inilah dasar pemikirian pararel universe (atau alam semesta lain yg pararel) atau lebih di kenal dengan teori many-worlds interpretation dan terkait dengan gejala Superposisi dalam fisika quantum.

Dimana mungkin saja di semesta (universe) lain saat ini ane tidak sedang menulis resume ini atau ente tidak sedang membaca tulisan ini. bisa jadi ane di alam semesta lain sedang noton tipi dan ente sedang makan,

Hal ini agak membingungkan karena kita masih susah menerima alam semesta lain apalagi menerima pemikiran adanya dimensi lain, tapi hal ini kemungkinan benar adanya karena hari ini kita tahu sebagian besar bagian penyusun alam semesta ini tidak terlihat dan teramati dimana masa pembentuk planet, matahari, bintang, bulan, dan berbagai hal di alam semesta kita ini cuman 4 % saja dari total masa dan energi yg harusnya ada ... sedangkan sisanya 96 % kita tidak mengatahuinya, oleh sebab itu bagian yg tidak di ketahui ini disebut materi gelap dan energi gelap.

***

contoh paling real fenomena materi dan energi gelap ini adalah mengembangnya alam semesta ini, karena secara teoritisnya klo alam semesta ini masa dan meterinya sama maka harusnya planet, matahari, galaksi, bahkan sampai supercluster yg berisi trilunan bintang harusnya tetap gak bergerak karena terkunci gaya gravitasi tapi ternyata tidak alam semesta malah bergerak samakin cepat dan saling menjauh... hal ini menandakan ada gaya dan materi lain yg jauh lebih besar dari gaya tarik gravitasi sehingga gaya tarik gravitasi malah kalah ama gaya tolak misterius ini...

Dan hal ini mungkin jugalah yg menyebabkan bulan gak jatuh menimpa bumi, bumi beserta planet lainnya gak terhisap matahari, dan matahri beserta bintang2 lain gak tersedot oleh lubang hitam di tengah galaksi bima sakti ini, dan galaksi beserta supercluster kita gak saling menyatu. karena bila ini yg terjadi maka harusnya sudah lama alam semesta ini kiamat bukanya semakin meluas.

***

well itulah sekelumit sains dari film Interstellar ini yg sebagian besar adegan dalam film tersebut memang terinspirasi oleh teori ilmiah dan fenomena ajaib alam semesta ini,

Btw: konslutan untuk film Interstellar ini memang adalah para ilmuwan real jadi film ini walaupun fiksi ilmiah bukan di buat asal2an tapi sesuai dengan teori ilmiah yg berlaku saat ini .... ya walaupun sudah di sederhanakan, tapi tetep saja film Interstellar ini masih membuat bingung dan membosankan bagi banyak orang (mungkin sama membosakan dengan tulisan panjang ane ini), ya karena memang sains dan fenomena ilmiah terkadang susah di pahami tapi hal itulah fakta kehidupan di alam semesta ini. Seperti kata prof Lawrence Krauss "Fisika jauh lebih aneh dari cerita fiksi"

***

Sumber Referensi :

https://www.nasa.gov/…/nasa-kn…/what-is-a-black-hole-k4.html
https://phys.org/…/2018-02-ultramassive-black-holes-far-off…
https://www.space.com/20881-wormholes.html
https://www.popsci.com/…/will-wormhole-travel-ever-be-possi…
https://science.howstuffworks.com/…/everyd…/relativity10.htm
https://www.scientificamerican.com/…/how-does-relativity-t…/
http://www.emc2-explained.info/Time-Dilation/
http://www.phy.olemiss.edu/HEP/QuarkNet/time.html
https://www.britannica.com/science/time-dilation
https://plato.stanford.edu/entries/qm-manyworlds/
https://www.forbes.com/…/what-the-many-worlds-interpretat…/…
https://science.nasa.gov/as…/focus-areas/what-is-dark-energy

https://en.wikipedia.org/wiki/Interstellar_(film)
https://en.wikipedia.org/wiki/Time_dilation
https://en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_time_dilation
https://en.wikipedia.org/wiki/Twin_paradox
https://en.wikipedia.org/wiki/Wormhole
https://en.wikipedia.org/wiki/Many-worlds_interpretation
https://en.wikipedia.org/wiki/Black_hole
https://en.wikipedia.org/wiki/Dark_energy

19.11.17

Nangkap Kakap, Ngelepas Hiu

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

1. Satu persatu BUMN dilelang ke asing oleh rezim, tapi kita terus dibius dan dikecoh.

2. Bahwa masalah utama negeri ini adalah masalah E-KTP, bukan Jokowi dan eksekutif, begitulah kita diajak berpikir.

3. Dan dalam kasus E-KTP ini, pola pikir kita juga dipersempit sebatas nama SETNOV, padahal nama gubernur Jateng dan Sulut dari PDIP juga disebut sama seperti nama Setnov.

4. Bahkan nama Ketua KPK pun juga ikut disebut terlibat, tapi semua nama raib, kita digiring ke nama Setnov saja.

5. Mengapa nama Setnov? Saya melihat ini adalah main mata rezim dengan Golkar, deal nya tentu sudah diatur, Setnov memang punya banyak “musuh” di Golkar, momentumnya ketemu.

6. Setnov dikorbankan untuk menjaga citra rezim yang bobrok, menangkap kakap untuk menjaga hiu yang sebenarnya jauh lebih bahaya.




7. Rezim sedang akting, bahwa rezim ini “anti korupsi”, kelas kakap kaliber Setnov pun disikat, ingat ini hanya AKTING.

8. Karena dosa rezim dan bobroknya rezim sudah gak bisa lagi ditutupi oleh sekedar isu OTT bupati atau isu “teroris” lagi.

9. Maka pilihannya adalah mengorbankan Setnov untuk mendapatkan isu besar yang mampu menutup wajah rezim penuh corengan hitam ini.

10. Negara sedang collapse, semua pakar ekonomi setuju itu, dan jika isu collapse ini tidak ditutup dengan isu besar lain, maka rezim gak yakin namanya akan baik di depan rakyat.

11. Nama baik disini maksudnya adalah demi terpilih lagi untuk periode kedua 2019 nanti.

12. Penerimaan pajak yang minus 400T, utang baru ke Jepang, harga semua bahan pokok yang mahal, plus mental palak rakyat ala rezim plus jualan jalan terus.

13. Negara sedang sakit, dan obatnya adalah isu besar buat pengalihan dan biar rakyat lupa isu yang paling utama, obatnya tangkap Setnov.

14. Politik main mata dan korban mengorbankan dengan deal deal tertentu itu adalah hal biasa bagi sebuah partai politik besar dan matang seperti Golkar, logika rakyat belum sampai kesana.

15. Di negara manapun di dunia ini, jika negara amburadul, maka orang hanya akan bertanya siapa presidennya, bukan siapa dan ada apa dengan ketua DPR nya, belajar konstitusi!

16. Tapi rakyat kita digiring untuk mengingat dosa Setnov, dan melupakan dosa semua nama nama selain Setnov dalam kasus E-KTP tadi, karena nama nama Selain setnov adalah kader nya PDIP.

17. Dalam konstitusi kita, ditangan Jokowi ada 2000an triliun dan segepok kekuasaan lain yang dengan mudah dia selewengkan.

18. Dan sudah terbukti dia pro asing juga pro reklamasi dan Meikarta, tapi otak kita disuruh fokus ke Setnov dengan angka 2,3T oleh media pendukung rezim.

19. KPK all out bantu Jokowi lewat udara, Paloh, LBP, Gatot dkk all out bantu lewat darat, maka jangan heran kemarin pak Gatot ajak kita pilih Jokowi 2019.

20. Gatot berhasil pencitraan didepan rakyat seolah dia bersebrangan dengan Jokowi diawal, akhirnya dia buka topeng, mereka bahu membahu mendukung rezim gagal ini untuk periode kedua.

21. Saya sudah berulang kali “me-warning” umat tentang Gatot dan tokoh tokoh lain jauh jauh hari, tapi sekali lagi umat kecolongan, umat lupa, ini politik!

22. Ingat sekali lagi, semua drama ini, tujuan utama nya adalah menutup wajah gagal rezim yang memaksa berkuasa kali kedua dengan mental dagelan dan mental jualan. 




Sumber : Facebook Tengku Zulkifli Usman

Aktivis Aceh

7.11.17

Semut Ibrahim vs. Cicak Namrud

Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Akan datang suatu zaman saat itu orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila dia lari membawanya dari puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu gua ke gua yang lain. Maka apabila zaman itu telah tiba, segala mata pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat diperoleh kecuali dengan melaksanakan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila ini telah terjadi, maka kebinasaan seseorang adalah dari sebab mengikuti kehendak isteri dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya dari sebab mengikuti kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya dari sebab mengikuti kehendak familinya atau dari sebab mengikuti kehendak tetangganya". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, apakah maksud perkataan engkau itu?" (kebinasaanseseorang karena mengikuti kemauan isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau tetangganya). Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, "Mereka akan menghinanya dengan kesempitan kehidupannya. Maka ketika itu lalu dia menceburkan dirinya di jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya." (HR. Baihaqi).
Diselidik-selidik, ada sih beberapa orang yang sebenarnya sudah tau dan paham perkara-perkara yang diharamkan dalam agama tapi karena mengikuti kemauan isteri, anak, orangtua, sanak famili atau tetangganya, dia sanggup menceburkan diri ke dalam jurang kemaksiatan demi memuaskan hati mereka..plung! Naudzubillahi Min Dzalik Tsumma Nau'dzubillahi Min Dzalik.

Itu salah satu nubuat Rasulullah soal tanda-tanda akhir zaman. Masih banyak lagi hadist lain menyangkut hal itu. Nanti saja dibahasnya kalau ada masanya. Tadinya saya mau bahas yang lain lagi tapi akhir-akhir ini postingan di media sosial membuat saya banting setir tema tulisan kali ini.

***

Rentetan kejadian demi kejadian belakangan ini membuat saya agak waspada mengemudikan diri dan keluarga. Sudah saatnya benar-benar menunjukkan jati diri, menunjukkan kita di posisi mana, kawan atau lawan. Polarisasi bangsa yang makin kental tanpa ada mediasi dari pemerintah, membuat masyarakat ambil alih berbagai kebijakan, bahkan secara individual, anggapan merasa benar bersumber dari nalarnya sendiri, tidak didasarkan pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Chaos? Bisa jadi. Tergantung polarisasi semacam apa yang bakal terjadi nantinya. Suriah dan beberapa negara timur tengah sudah merasakan dampak polarisasi ini. Dari pantauan sampai sekarang, skenarionya bisa dipersingkat seperti ini :
Trigger
Devide et Impera
Demolish
Conquer.
Trigger, atau pemicunya seudah jelas luapan kemarahan rakyat atas kekalutan yang terjadi di dalam negara. Lalu ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum itu untuk mengadu domba bangsa khususnya pribumi. Polarisasi mencapai titik nadirnya tinggal menunggu bom waktu saja. Lalu dengan tindakan represif, pihak-pihak yang awalnya menuntut keadilan, disisihkan secara perlahan, kalau cara halus tidak mempan, baru cara 'berat', let say peperangan. Dalam perang, akan ada pihak yang menang dan kalah. Itu sebuah keniscayaan. Para penyulut yang awalnya ngomporin bangsa buat adu domba ini akan mendompleng pihak pemenang untuk take over kemudian negara ini terutama di lini-lini pemerintahan. Voila, mereka akan menguasai dan mengemudikan sebuah negara kemanapun mereka mau, sesuai hasrat dan nalar mereka. Pernah saya tulis di tulisan sebelumnya tentang metoda Donald Trump. Mirip sekali. Hanya saja untuk saat ini, kubu-kubu ini belum menunjukkan diri seutuhnya, walaupun tabir-tabirnya sudah mulai tersingkap perlahan. Kalaulah kubu pemenang yang ini nantinya masih berlandaskan agama, maka bentuk pemerintahan pastilah berupa khalifah, sedangkan di luar itu, bisa saja menjadi liberalis, komunis, sosialis, dan is is yang lain yang pasti bukan is is dahlia.

***

Berkaitan dengan hadist di atas, saya sendiri dalam masa gamang. Dengan ilmu dan kesiapan menghadapi dinamika zaman. Kalaulah memang harus ada konfrontasi, tentunya perlu tegas dalam keberpihakan. Janagn-jangan nantinya saya berada di pihak yang Allah murkai. Naudzubillah. Nah ini dia kegelisahan akhir-akhir ini. Menentukan posisi keberpihakan itu pengennya dilihat dari kacamata Allah saja. Kalaulah menurut-Nya, posisi saya bersama orang-orang yang Ia senangi, saya beruntung. Kalau tidak? Rugilah saya. Makanya masih perlu banyak ilmu dan amal supaya saya ditempatkan bersama orang-orang yang Allah senangi meskipun ditinggalkan makhluk. Saya teringat kisah semut dan cicak ketika Nabi Ibrahim Alaihissalam dibakar raja namrud. Kisah ini pernah dijadikan analogi kubu-kubu tertentu dalam sebuah kasus yang ditangani KPK. Lupa kasus yang mana.



Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup-hidup ke kobaran api yang disiapkan oleh Namrud, ada dua ekor binatang yang turut berpihak dan berkontribusi baik terhadap Nabi Ibrahim as maupun kepada Namrud. Kedua binatang tersebut adalah semut dan cicak.

Singkat cerita, seekor semut berlari-lari dengan susah payah berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as dengan membawa butiran air di ujung mulutnya. Perilaku semut tersebut membuat semua binatang heran dan bertanya-tanya, sehingga seekor burung bertanya.

Burung : "Eh semut, lu ngapain di kobaran api?"
Semut :  "Gua mau matiin ni api biar Nabi Ibrahim as gak kebakar!"
Burung : "Gak mungkin laah setetes air yang ada di mulutmu bisa matiin api segede itu."
Semut : "Emang air ini gak bakal bisa matiin api segede itu, emang! Tapi gua gini-ginian seenggaknya semua bakal tau gua di pihak mana."

Di sisi lain, ada si cicak malah ikut meniup api yang dibuat oleh Namrud agar semakin membesar. Memang tiupan cicak tidak akan bisa membesarkan kobaran api itu, tapi dengan apa yang dilakukan cicak itu semua akan tahu bahwa cicak ada di pihak yang mana. Akibat keberpihakannya ini, cicak dianjurkan untuk dibunuh.

"Dari Sa'ad ibn Abi Waqqash bahwasannya Nabi Muhammad saw memerintahkan untuk membunuh cicak. Dan beliau menamakannya (cicak ini) hewan kecil yang fasik" (HR. Muslim)

"Dahulu ia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim as." (HR. Bukhari dari Ummu Syarik)
Dari peristiwa itu, sang semut mengajarkan hikmah kepada manusia setidaknya ada 3 hal, yaitu:

1. Berani menunjukkan identitas diri dalam sebuah perjuangan, tidak bersikap munafik di mana perkataan tidak sesuai perbuatan;
2. Komitmen membela yang benar, bukan membela yang bayar di mana kebenaran disembunyikan dan kejujuran tak dihargai; dan
3. Berani berkorban demi tegaknya kebenaran, sebaliknya ketidakbenaran yang terjadi harus segera dikritik karena pembiaran terhadap ketidakbenaran tersebut lama-kelamaan seakan menjadi sebuah kebenaran.

Pertanyaannya, di mana posisi kita saat ini? Di golongan semut atau cicak?
Dalam hal ini, saya tidak mau sendirian join ke Geng Semut. Ingin tentunya bersama orang-orang yang dikasihi disayangi di akhirat. Perlu mengajak dan meyakinkan keluarga, saudara, pasangan, anak, dan kalau bisa teman-teman juga tetangga yang baik selama di dunia. Kendalanya, kita semua berbeda-beda dalam level keimanan dan ilmu agama. Itulah yang bisa memblok masuknya hidayah dan ilmu. Jalan satu-satunya, kita samakan goal akhir, visi akhir hidup saja. Ibarat kita semua sekarang terjebak dalam goa yang sangat gelap lalu menemukan setitik cahaya di celah batu, maka dalam keputusasaan itu pandangan kita akan menuju satu titik cahaya yang sama. Menggali, memperbesar lubang cahaya itu supaya sinar dan hangatnya masuk dan terasa oleh semua yang dilingkupi kegelapan goa. Dan itulah visi yang bisa menyelamatkan saya serta keluarga dan orang-orang yang satu tujuan. 


اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ

(كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢٥٧


Allah is the ally of those who believe. He brings them out from darknesses into the light. And those who disbelieve - their allies are Taghut. They take them out of the light into darknesses. Those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein. (Q.S. Al Baqarah : 257).

Mampukah kita semua melewati ujian berat ini? Semoga Allah membantu kita melewatinya. Allah pembuat soal ujiannya, dan Allah pemilik jawaban atas ujian-ujian tersebut. 

6.11.17

Decluttering Life

Kembali ke mes di deket kantor yang isinya kosong melompong. haha. Karena dari awal, saya pikir gak akan berlama-lama di sini jadi gak banyak barang yang saya ungsikan ke mari. Hanya baju-baju, gitar, buku-buku, hotwheels, dan skate board. sisanya perabotan dari sananya seperti tempat tidur, lemari, dan TV. Kebayang betapa kosongya ruangan 3x6 meter ini. Tak apa, ini salah satu bagian lanjutan dari decluttering my life.



Istilah ini saya dengar awal SMA, berarti sekitar tahun 2008-an lah ya. Awalnya si Arie yang sering nulis ini di twitter. Sedikit banyak saya cari tahu dan mulai digarap perlahan. Kalau saya didefinisikan secara ala ardhyaska amy, ini semacam hidup praktis minimalis. Dalam Islam disebut qonaah, yang sudah dipraktikkan nabi dahulu kala. Jadi, declutter ini pelopornya sudah jelas lah ya siapa. Qonaah jaman itu mungkin terdengar lebih hipster daripada declutter. Hanya saja, we live di jaman now.

I would say that excessive clutter may cause stress and affect every facet in my life. Clutter may distract someone's life. Terasa sekali tahun-tahun belakangan terutama disibukkan dengar berbagai kegiatan. Jadi saat awal-awal saya mengenal (kembali) qonaah yang dibranding dengan istilah decluttering, saya coba berbenah berbagai hal : aktivitas, pekerjaan, relasi, kontak hp, bahkan aplikasi. Kurang-kurangi yang gak perlu-perlu amat. Misalnya di laptop, terkadang saya menyimpan file program yang gak sebegitu penting sampai bertahun-tahun, menghabiskan space memory, padahal saya tau itu file gak seberapa penting buat saat ini. Atau di kamar, barang-barang jadul yang memenuhi kamar harusnya bisa saya sisihkan, dibuang, atau dihibahkan daripada ditumpuk dengan alasan punya nilai historis. 

Jadi saat itu mulai mengurangi barang-barang, menerima fasilitas yang Allah kasih sesuai kebutuhan. Dulu ada wifi di rumah tapi yang pake diri sendiri buat apa. Maka distop. Bahkan media-media sosial yang saat iu dimiliki, mulai dinonaktifkan: twitter, tumblr, blog, dllllll.. Seperlunya saja. 


***

Jadi teringat sesuatu. Ada cerita dimana mengurangi interaksi dengan media sosial bisa menyelamatkan kehidupan seseorang. Sepertinya bakal melenceng sih tapi dicoba deh.

***

The power of not knowing.

Seorang Bapak, saya lupa namanya, sebut saja Rhoma, dan istrinya yang saya juga lupa, sebut saja Ida Royani. Tipikal pasangan yang sudah menikmati pernikahan hingga 20-an tahun. Bang Rhoma ini sehari-hari berprofesi sebagai penjual bahan bangunan yang punya toko cukup besar di pinggir jalan raya. Istrinya adalah ibu rumah tangga yang cukup kreatif membuat home industry catering kecil-kecilan sama genggesnya.

Dengan usia perkawinan yang cukup lama, sudah tidak diragukan lagi pastinya pengalaman mereka dalam mengarungi hidup rumah tangga. Diplomasi keduanya pasti berjalan baik meskipun ada 'bumbu-bumbu' sedikit.

Tahun 2008-an, saat itu media chatting belum semarak seakarang. Paling ada YM dan kompetitornya yang biasa saja saat itu. Bang rhoma dan bu ida ikut tren karena anak sulungnya pakai aplikasi itu juga. Meskipun masih pakai hp alakadarnya, setidaknya bisa lah katanya untuk pasang aplikasi yahoo messenger mah. Lalu satu waktu, (saya singkat saja), Bang rhoma mendapati hp istrinya yang tergeletak di ruang tv, berdering terus menerus (tanda chat masuk). Saat itu Bu ida sedang kemana gitu, lupa. Bang rhoma ya buka saja itu hp, karena dia pikir ada kabar penting dari saudara atau siapa. Lalu bang rhoma buka saja. Ternyata itu dari sepupunya bu ida. Sebut saja Bu Jum. Bang rhoma kenal tau tau pastinya kedekatan istrinya dengan sepupunya itu. Namanya juga sesama perempuan.

Dibukalah hp istrinya itu, dengan rasa biasa saja, toh dari dulu pun sering ngecek-ngecekan isi sms satu sama lain gak ada hal yang janggal. Kali ini, bang rhoma bingung karena yang berdering itu aplikasi ym. Dia perlu adaptasi katanya. Lalu dibuka chattingan istrinya dengan sepupunya itu. Saat itu UI/UX ym belum seenak sekarang. Bang rhoma baca chatingan terbaru. Ternyata isinya hanya obrolan biasa seputar sanak saudara atau kegiatan sehari-hari. Bang rhoma scroll sampe atas. Dia kaget kenapa curhatan istrinya kebanyakan soal rumah tangganya. Soal adat dan tabiat suami padanya, lalu istrinya minta pendapat ke sepupunya itu harus bagaimana. Obrolan dengan suaminya di kehidupan nyata, ia ketik ulang. (mungkin kalau jaman now, itu obrolan di Line, wa, atau sms yang di screenshoot kali ya?). Bang rhoma ngecek itu sampai mentok ke obrolan paling awal, dari soal perbedaan pendapat sampai masalah (maaf) ranjang. Istrinya diskusikan dengan Bu Jum sepupunya itu. Mungkin karena memang karena merasa itu curhat biasa sebagai saudara, dianggap wajar saja. Sesama perempuan yang merasa ingin melegakan perasaan. Tapi bagi bang rhoma, yang saat itu merasa kehormatan dirinya sebagai pemimpin keluarga, sebagai imam, telah tercoreng dengan leaked content dalam hubungan dia dengan istrinya yang harusnya amat privasi, maka dia meledak. Tau lah apa yang terjadi setelah itu. Alih-alih melegakan perasaan, malah bertambah runyam. 

***

Hubungannya dengan decluttering life, menurut saya, tidak tahu sesuatu lebih baik daripada tahu sesuatu. Tidak berurusan dengan sumber-sumber informasi yang hanya membuat kita sibuk dengan hal-hal yang mernguras hati, tenaga, pikiran dan waktu. Mungkin kalau bang rhoma gak buka hp-nya bu ida, gak akan seperti ini jadinya. Atau mungkin, Allah sengaja 'menampakkan' perilaku istrinya untuk menguji dia. Dan bagi istrinya, hal besar ini menjadi ibroh, pelajaran besar, bahwa menjaga kehormatan suaminya harus didasari atas dasar ketakwaan, bukan pada saat bersamanya saja, bukan juga karena ketakutan pada suaminya saja, tapi takut karena ada Yang Mengawasinya. Atau hal lain, mungkin bang rhoma pernah melakukan dosa diam-diam yang belum ditobati, sehingga tercermin dari perilaku istrinya yang juga diam-diam. Suami adalah cerminan istri, istri adalah cerminan suami. 

***

Tapi memang sifat dunia adalah tidak sempurna. Jadi, siapa yang mencari kesempurnaan di dunia sudah pasti ia tidak akan pernah menemukannya. Apalagi manusia, siapa pun di dunia ini, laki atau perempuan, pasti punya kekurangan sekaligus kelebihan. Tidak satu pun pernah ada pasangan sempurna pernah ada di jagat raya ini kecuali mereka berumah tangga atas landasan iman, dengan ketakwaan. Bisa diminimalisir lah setidaknya.

Kadangkala sebagian besar kita lupa hal beginian. Maka tidak sedikit orang yang dengan ringan membicarakan kekurangan-kekurangan pasangannya kepada orang lain. Karena tidak disadari, perbuatan tercela semacam itu berlanjut menjadi kebiasaan. Pasti kejadian ini gak cuma terjadi di zaman yang kata orang modern ini. Kondisi semacam itu (membicarakan kekurangan pasangan ke orang lain) sudah ada sejak manusia ada, termasuk di zaman Rasulullah. Bersumber dari kitab hadits Al-Lu’lu’ Wal Marjan pada hadits ke 1590 yang diambil dari kitab shahih Imam Bukhari pada Kitab Nikah bab mempergauli istri dengan baik,(yang diambil dari google dengan sumber yang Insya Allah terpercaya), disebutkan perihal perkumpulan sekelompok istri yang telah bersepakat membicarakan keadaan pasangannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah, ia bercerita,

“Pada suatu hari sedang berkumpul sebelas orang wanita. Mereka sedang duduk-duduk santai. Mereka saling sepakat dan berjanji untuk mengungkap keadaan suami mereka.

Wanita pertama mengatakan, “Suamiku adalah ibarat daging tipis yang berada di puncak sebuah gunung yang tinggi sehingga tidak mudah untuk didaki. Ia tidak gemuk sehingga bisa dipindah-pindah.”

Wanita kedua mengatakan, “Maaf aku terpaksa tidak bisa menuturkan secara rinci mengenai keadaan suamiku. Aku khawatir tidak bisa melakukan hal itu. jika sampai aku lakukan, sama halnya aku mengungkapkan aibnya.”

Wanita ketiga mengatakan, “Suamiku berpostur tinggi. Jika aku katakan hal itu terus kepadanya, ia akan menceraikan aku. Dan jika aku diamkan saja, ia pun akan meninggalkan aku.

Wanita keempat mengatakan, “Suamiku laksana cuaca di wilayah Tihamah, tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin, tidak menakutkan dan juga tidak membosankan.”

Wanita kelima mengatakan, “Jika suamiku sudah masuk rumah, ia langsung tertidur nyenyak. Tetapi jika keluar rumah, ia laksana seekor singa. Dan ia tidak pernah menanyakan sesuatu apa pun yang bukan termasuk urusannya.”

Wanita keenam mengatakan, “Jika suamiku sedang makan, semua makanan akan dihabiskannya. Jika sedang minum, semua minuman pun akan diteguknya. Dan jika tiduran, ia selalu memakai kain selimut. Namu ia enggan memasukkan telapak tangannya karena takut diketahui kesusahannya.”

Wanita ketujuh mengatkan, “Suamiku adalah orang yang lemah syahwat dan gagap bicaranya, meski berbagai obat telah dicobanya untuk menyembuhkannya di samping itu ia adalah orang yang mudah melayangkan tangannya.”

Wanita kedelapan mengatakan, “Suamiku memiliki aroma khas seperti aroma zarnab, dan sentuhannya selembut sentuhan seekor kelinci.”

Wanita kesembilan mengatakan, “Suamiku punya kedudukan tinggi, berpostur tinggi, sangat dermawan, suka menjamu tamu, dan rumahnya dekat sekali dengan balai pertemuan.”

Wanita kesepuluh mengatakan, “Suamiku memiliki banyak unta, sebagian besar dibiarkan menderum di halaman rumah, dan yang sedang bunting baru beberapa ekor saja. Jika unta-unta tersebut mendengar suara kecapi, mereka merasa bahwa sebentar lagi mereka akan disembelih.”

Dan, wanita kesebelas mengatakan, “Suamiku bernama Abu Zara’. Kalian tahu, siapa itu Abu Zara? Dia lah yang memberiku makanan-makanan yang berlemak sehingga aku kelihatan gemuk. Ia suka membangga-banggakan aku sehingga aku merasa senang. Ia tahu aku dari keluarga yang tidak mampu. Namun ia mau menerimaku dalam keluarganya yang cukup kaya.Ia tidak pernah mencela ucapanku. Setiap tidur aku bisa nyenyak sampai pagi, dan aku bisa minum sampai puas.”

Lalu Ummu Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia memiliki simpanan bahan pokok makannan yang berkarung-karung dan rumahnya sangat luas.

Lalu Ibnu Abu Zara’. Kalian tahu siapa dia itu? Dia memiliki tempat tidur yang laksana ikatan pelepah kurma. Ia sudah merasa kenyang dengan hanya memakan sebelah kaki seekor kambing.

Lalu binti Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia adalah seorang yang amat patuh terhadap kedua orang tuanya. Tubuhnya gempal dan dia adalah orang yang sangat dermawan.

Kemudian pelayan puteri Abu Zara’. Kalian tahu, siapa dia itu? Dia tidak pernah menyebarkan ucapan-ucapan yang bersifat rahasia. Dia sangat jujur sekalipun dalam soal makanan dan dia adalah orang yang sangat rajin bekerja dan tidak pernah membiarkan rumahku kotor.

Selanjutnya Ummu Zara’ mengatakan, “Pada suatu hari Abu Zara’ keluar dengan membawa bekal sebuah bejana terbuat dari kulit yang sudah diisi penuh dengan susu. Ia bertemu seorang wanita dengan dua anaknya yang laksana sepasang macam kumbang.

Mereka mempermainkan buah delima di bawah pinggang ibunya tersebut. Demi menikahi wanita itu, aku diceraikannya. Setelah itu aku menikah lagi dengan seorang laki-laki yang cukup budiman dan cukup kaya. Kendaraannya adalah seekor kuda pilihan. Ia juga memperlihatkan kepadaku sebuah kandang yang penuh berisi unta, sapi, dan domba. Aku disuruh menikmati semua itu. kalau aku kumpulkan semua pemberiannya, maka apa yang pernah diberikan oleh Abu Zara’ kepadaku tentu tidaklah seberapa.”

Kata Aisyah, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam pernah bersabda, “Aku terhadapmu adalah seperti Abu Zara’ terhadap Ummu Zara.”

Pelajaran dari hadist ini ykni buat saling menjaga dan mengharumkan pasangan. Mun ceuk basa Sundana mah 'Silihwangi'. Ironis sekali jika pasangan suami istri antara satu dan lainnya saling menjelekkan. Jadi, tidak perlu terjadi hal-hal yang tidak perlu, seperti membesar-besarkan kesalahan pasangan. Karena sudah pasti tidak mungkin ada pasangan yang tidak memiliki kekurangan atau bahkan kesalahan.

Seandainya pun harus bercerita kepada orang, maka ceritakanlah kebaikan-kebaikannya, agar yang mendengar terinspirasi dan tergugah, sehingga ketika pulang ia bisa memperbaiki diri bagaimana berinteraksi dengan pasangannya. Lebih-lebih bisa berkomunikasi lebih baik lagi, sehingga pasangan nya dapat memperbaiki diri.

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

Hadits ini jadi bekal, khususon buat sim kuring pribados umumnya untuk jemaah al bloggiyah rohimakumullah ini, agar supaya dengan pasangan hidup kita, harus lebih menutup aib dan menjaga kehormatan mereka. Kalaupun ada keluhan, sebaiknya tidak membahas hal yang sangat rahasia seperti itu di circle tertentu yang tidak dijamin kerahasiaannya. Dan kalaulah kita di pihak yang menerima banyak curhatan, keluhan, dan sebagainya, dan terbiasa dengan itu, bersikap bijaklah dengan menetapkan perkara hanya pada aturan yang dipegang umat ini. Karena selain itu, pasti kacau. Bersikaplah okjektif, tidak ada standar ganda, membela salah satu pihak karena hubungan tertentu. Jika memang terpaksa mendengarkan curhatan seseorang. Lalu perlahan ingatkan untuk menjaga kehormatan orang yang disinggung itu terlebih jika seseorang itu adalah suaminya.

Harga dari Rasa Syukur

Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...