18.9.14

Krisis Moneter

September 19

Bibir agak kelu. Setiap pagi ikut kelas speaking  sedikit banyak merobek otot-otot bibir saya. Mungkin 5 hari berikutnya bibis saya bisa sixpack.



Kelas-kelas pagi ini tidak ada yang terlalu spesial. Wong memang kegiatannya memang bicara saja. Yang membuat hari ini spesial adalah, saya benar-benar kehabisan uang. Di dompet hanya tersisa 1.200 rupiah. Di ATM juga habis. Untunglah masih ada kerjaan kerikatur. Meskipun tiap malam harus tidur di atas jam normal, mau tidak mau saya harus selesaikan gambar pesanannya demi menyambung hidup. 

Hidup semakin berat. Tapi Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa dilampaui oleh makhluknya. Saya percaya itu.

No comments:

Post a Comment

Harga dari Rasa Syukur

Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...