12.6.14

New Age of Karang Taruna 06

| 10 Juni |

Saya sedang tidak punya niat menulis panjang lebar. Bingung saja menyusun kata-kata dengan sususan SPOK dan kaidah KBBI. 

Malam kemarin diamanahi sebagai ketua karang taruna. Ya, setelah berbulan-bulan mengurusi aplikasi kerja di berbagai perusahaan, saya malah di sini. Kalau boleh jujur, keterlibatan di sini saya pikir akan banyak menguras waktu. "Bukannya nyari kerja" adalah kalimat yang mungkin dipikirkan keluarga. Ini pertanyaan retorika saja. Apa yang kamu pikirkan, kalau ada puluhan orang yang menaruh kepercayaan padamu untuk membimbing, memimpin, dan mengayomi ke arah yang lebih baik yang diyakini bersama? Tidak ada yang harus dipikirkan. Kalau selama ini saya banyak mikir, sekarang saya mau melakukan. Bismillahirrahmaanirrahim.

Sejarahnya, karang taruna di jatihandap ini pernah mencapai puncak keemasannya pada masa pemerintahan Mang Yanto. Dulu sekali ketika celana cutbray dan kemeja bunga masih nge-hip dan dianggap keren. Karena pergantian generasi, nilai-nilai juga bergeser. Tidak banyak yang mau ikut berkontribusi karena sibuk mengurusi diri sendiri. Tahun 2000-2012 vakum. Baru ada lagi kemarin-kemarin dan itu juga mau dibilang legal,nggak.. mau dibilang ilegal juga nggak. Ya alhamdulillah.


| 11 Juni |

Rapat panitia Isra Mi'raj di Al Ikhlas. Rencananya tanggal 15 besok.








Baru pulang jam 3 pagi setelah obral-obrol sama si omen dedi undih di basecamp. Menjelang Ramadhan, ada banyak rencana. Pengajian remaja tiap habis subuh, bazaar ramadhan, sahur keliling sambil bangunin warga, tarling (taraweh keliling) ke tiap masjid di lingkup RW, main monopoli, takbiran keliling, halal bihalal, dan lain sebagainya. Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun semangat mau ramadhan itu di level bawah saja, sekarang begitu exited. 

No comments:

Post a Comment

Harga dari Rasa Syukur

Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...