10.5.14

Paintball

| Mei 10 |

Coba saja ada wajib militer, saya mau tergabung di dalamnya. Tapi jangan lama-lama. Bisa kering kalau bertahun-tahun tanpa melihat sosok perempuan. Kan biasanya begitu, kalau di militer. Pagi tadi paintball wisudawan. halah lagaknyeu. 









Pulangnya ke punclut, makan besar. Pulangnya lagi lanjut ke desainprojek. Sengaja gak nulis design project biar gak muncul di search engine kalau-kalau ada yang nyari keywords itu. Standing applause buat seluruh panitianya. Kerja keras berbuah manis ampe kemanisan. Sore-sore mepet magrib si izan ngobrol-ngobrol soal 2 hari kemarin dan konflik-konflik di dalamnya. Saya cuma bisa dengar dan komentar sesekali.

Agak malamnya lagi ngopi-ngopi entah di tempat apa. Masih di braga. Ada BCN, crowded. Sampai jam 1 baru balik. Soalnya banyak topik pembicaraan yang menarik.

Rumah digembok, hp baterenya abis, dan orang rumah sudah pada tidur. Satu-satunya cara buat survive malam itu ya copot sepatu, panjat pagar, tunggu di teras, ketok-ketok pintu, matiin saklar, idupin lagi. Akhirnya saya masuk. Ngantuk.

No comments:

Post a Comment

Harga dari Rasa Syukur

Beberapa tahun sudah saya coba menutup buku usang ini tempat berbagai kelelahan pikir tertumpah. Ada masa ketika segala kecamuk dalam dada t...