9.2.14

3 Hari, 1 Kata. Silaturahmi

Akhir-akhir ini banyak penulis-penulis opiniman kayak saya. Tapi blunder mereka adalah tulisan-tulisan yang masih sebatas opini itu dia share-share. Ada beberapa yang masuk akal, dan lebih banyak yang jeblok. Maunya mengkritisi tapi analisisnya lemah. Belum TA sepertinya dia. Kalau dikata dosen : "kamu ini datanya kurang." Jadi pilih-pilih membaca informasi. Bisa dibedakan kok yang mana tulisan berbobot dan terpercaya dengan tulisan yang hanya bualan saja (kayak gua). Mayoritas yang opini itu ya ga mencantumkan data. Kata-kata yang umum : "temen saya yang ini..", atau "pengalaman teman saya...". Tanpa disebutkan namanya. Kalau masih ada tulisan 'sebut saja Bunga' sih saya masih bisa percaya. Ya at least ada respondennya. Betulan. Bukan goib bukan hewan.

***

Kalau saya ditanya 'emangnya tulisan kamu base on data?' Ya silakan aja cek blog saya. makanya kagak dipublish ya berarti isinya cuma cuap-cuapan mamah papah doang. Saya hanya bakal publish tulisan saya kalau itu ternyata fakta atau berdasarkan informasi yang kebenarannya sudah teruji. Ya kalau isinya cuma track record pribadi kan belum tentu semua mau. Paling ya lagi lagi.. Cuma mamah papah saja yang mau baca. Tapi saya gak mau mamah papah saya baca juga sih. 

Well, Jum'at, Sabtu, Minggu yang akronimnya adalah Weekend - hanya tinggal sejarah. Jum'at pagi ketemu kawan dari BEM-UI. Bicara mengenai konsepsi KM dan BEM. Saya agak bingung jika ditanya begitu. Kalau soal PKM dan pimnas mungkin bisa membantu. Nasib UI & ITB serupa tapi tak sama. Mulai dari peringkat kelolosan tim yang beti-beti-beda tipis sampai kondisi mahasiswanya. Namun di sana menurut mba nabilla tiap gerakan kemahasiswaan sifatnya independen fakultas. Berbeda dengan itb yang masih ada sentuhan dari kabinet untuk tiap himpunan meskipun sulitnya minta mohon maaf. Diskusinya seru. Tau-tau sudah jam 11. Mereka jalan-jalan, saya jumatan. Tapi jumatan bukan mau ganteng.



Sehari sebelumnya diundang nyoman via wasap. Katanya ada kumpul kabinet isinya makan-makan yang dibumbui cerita tiap menteri. Tapi saya bukan menteri. Cuma sama-sama tua. Itu juga momen kedua kalinya saya menyicip duren. Yang pertama adalah dulu ketika cebok masih dicebokin emak. Mabok dan langsung antiduren. Lalu kemarin itu saya pikir rasanya pasti bakal beda. Meskipun bukan makan mie sedap, ternyata lidah emang gak bisa bohong. Tetep aja rasanya aneh. Katanya sih duren termasuk buah-buahan paling tidak disukai di dunia. katanya. Tapi mereka-mereka ini maniak duren. Saya mungkin gak suka makan duren. Tapi suka belahnya. (orangnya suka tantangan gitu maksudnya).


Pulang larut. Lupa kan kalau masih ada orderan karikatur. 2 pula buat besok. Sore tadi untung si gilang belum ke bogor. Langsung beli cat airnya yang gak kepake. Langsung kejar 2 gambar. Yang bikin gak semangat ngerjainnya adalah : kedua pesanan itu adalah hadiah pernikahan. huv.


Sabtu 8 feb. Pagi mengisi acara pengarahan pkm di gku timur. Agak diluar perkiraan namun berlajan tanpa hambatan. Haturan terima kasih pada staf kompas, dhiya, ano, nana, yang membantu berjalannya acara. Mifta dan musa jadi pembicara. Beres jam 12. Menuju HME buat mewawancara rekrutmen tim Cikalcakrawala angkatan 3. Telat datang. Hampir semua sudah beres diinterview. Tinggal memutuskan orang-orangnya saja. Terlanjur basah, saya pamit undur diri dari sana. Rapat lagi deputies karinovski di ramen house. Jadi hari ini bertepatan dengan h-30 kepengurusan Kabinet Pelita Muda. Rencananya memaksimalkan akhir-akhir ini supaya pecah crot! 


Balik lagi ngampus. Katanya mau foto tim di Jonas. Wa ca nah. Jonasnya penuh. Opsi lain foto tim di tempat foto...copy. Di kampus ketemu orang-orang cikal-ongwetan ini lagi. Ngajak makan di nyawang. Hujan. Jam 4 reda langsung bubar jalan.



Malam. BCN datang lagi. Sekarang masuk edisi ke-tiga. Sampai edisi ini, belum ada motivasi bagi saya untuk datang ke acara itu. Bukannya tidak mau. Maunya itu mau banget. Agak rentan kemerosotan harkat derajat martabat kalau ke sana hanya sama sepeda dan bayangan. Lagi pula isinya kan makan-makanan. Saya agak merasa aneh jika sendirian di tempat yang ramai. Pernah bersuaha beberapa kali mengajak kawan sepermainan. Kebanyakan sudah di perantauan sedang mengadu nasib. Atau sedang mengerjakan tugas akhir. Ada memang yang memberi semacam kode rahasia 'mau ke bcn nyari temen'. Tapi kami adalah kutub utara dan selatan. Benefitnya, tidur cepat.


Minggu 9 feb. Tidur cepat, bangun kilat. Motto hari minggu. Sialannya, motto itu hanya berlaku di hari libur. aneh. Kalau weekdays, mottonya menjadi, tidur lambat kelas kelewat. Karena sudah bangun kilat, mau cari makan sambil beraktivitas seperti manusia. 

Saya tidak tahu apakah pengalaman bersepeda saya sama seperti khalayak ramai yang di cfd. Setau saya, sepedahan di cfd hanya diliatin anjing pudel sama abege-abege kutub yang pakai celana pendek meski dinginnya minus derajat skala richter. Yang saya alami itu bukan tentang penglihatan, tapi perasaan. Ada kalanya disenyumin sama kakek tukang teh botol di pinggir jalan, disorakin anak-anak sd, dijempolin aa-aa geng motor. Yang begitu-begitulah. Seru. Terlebih buat saya yang defaultnya jarang senyum sama orang. Karena senyum itu bahasa tanpa kata, akhir-akhir ini saya sedang belajar bahasa itu. Indah.

Seperti orangnya, jalan-jalan di bandung adalah jalanan terindah untuk disyukuri. Sebagai jajaka asli wewengkon bandung, cinta pada bandung adalah nomor 4 setelah Allah, ortu dan si mojang. Tahun 90-an jauh berbeda kondisinya dengan sekarang. Saya belum dapat gambar-gambar tentang kondisi bandung di era 90-an itu. Karena mungkin antara tidak banyak yang mendokumentasikannya atau tidak banyak yang mempublikasikannya di internet (dimana segala sesuatu dapat diperoleh dengan instan kecuali mie instan). Harus mencari ke kantor berita semacam pikiran rakyat atau museum sri baduga. 

20 tahun mendatang pasti akan berubah banyak lagi. Nostalgia adalah obat rindu sepanjang hayat. Maka dari itu saya coba dokumentasikan kondisi beberapa jalanan bandung sebagai koleksi pribadi saja. Beberapa tahun mendatang akan saya coba bandingkan. Rindu mana yang akan menerpa lebih kencang.


Jalan Asia Afrika (depan gedung indag, foto ke arah timur)
Jalan Asia Afrika (depan gedung indag, foto ke arah barat)


Jalan Naripan. Foto ke arah jalan Banceuy

Jalan Braga ke arah utara


Jalan Wastukencana (sebelah Balai kota)


Jalan Cihampelas bawah


Jalan Cipaganti

Jalan Cipaganti


Jalan Cipaganti


Jalan Cipaganti

Jalan Cipaganti



Jalan Cipaganti




Jalan Ahmad Yani (Cicadas)

Jalan Ahmad Yani (Cicadas)

Sampai bertemu 20 tahun lagi.

***

Baru dapat kabar dari Filipina kalau Indonesia meraih banyak penghargaan di ajang Shell Eco Marathon Asia 2014. Ini yang bikin saya makin cinta sama negara ini. Jadi di sana, mahasiswa-mahasiswa Indonesia dari beberapa PTN PTS bersaing di kancah Asia dalam lomba efisiensi bahan bakar kendaraan. Saya lihat beberapa tim adalah tim-tim langganan lomba ini. Dari ui, its, itb, ada juga dari pontianak dan sumatera utara. Begitu ada pengumuman resminya, saya copy linknya, lalu saya pajang di medsos. Salah satu di antara tim yang lolos ke Filipina pernah bermasala dengan kampus saya gara-gara video yang pernah saya bikin. Sudah pernah saya klarifikasi dan jelaskan pada mereka. Mereka bilang urusannya clear. Saya juga sudah menganggap selesai. Mari berkompetisi sehat lagi. Tapi saya kurang tahu di sana. Sesekali saya masih melihat selentingan-seletingan statement ketidaksukaan tim tetangga pada kampus ini. Makanya sekarang saya coba memperbaiki hubungan itu. Toh sesama muslim bersaudara. Menjadi lawan ketika bertanding saja. Tapi kalau dalam konteks mengabdi pada bangsa, marilah berkawan. Saya sudah mengucapkan selamat. Tapi belum dibalas. Yaa sudah sih namanya juga usaha. Sudah terlalu sering tidak mendapat balasan membuat saya terbiasa.

No comments:

Post a Comment

Ayah Pembelajar

Baru saja pulang agak larut, jam 20.32 karena meeting kerjaan sampingan sepulang les bahasa arab. Saat pintu rumah dibuka, ada mata-mata k...